Ratusan Satgas PTPN IX saat menggelar demo di hadapan Wakapolres Sragen di kantor PTPN IX Kedawung beberapa waktu lalu.

Ratusan Satgas PTPN IX saat menggelar demo di hadapan Wakapolres Sragen di kantor PTPN IX Kedawung beberapa waktu lalu.

SRAGEN- Hingga sepekan berjalan pasca aksi penebangan ribuan pohon karet milik PTPN IX Kebun Batujamus Kerjoarum di wilayah Sambirejo oleh ratusan warga Sambirejo, Polres Sragen menyatakan belum ada penetapan tersangkanya. Sementara, terkait kasus ini, Senin (10/3). Federasi Serikat Pekerja Perkebunan PTPN IX Divisi Tanaman Tahunan (FSPBUN IX TT) Jawa Tengah secara resmi mengirim surat kepada Kapolres Sragen, ditembuskan ke Kapolda hingga Kapolri untuk mendesak agar pelaku pengrusakan segera ditangkap dan diproses hukum.

Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando saat ditemui seusai memimpin pengamanan sidang di PN Sragen, kemarin mengatakan masih mengintensifkan penyelidikan dan pendalaman kasus perusakan lahan karet milik PTPN IX di Sambirejo. Menurutnya, tim juga masih melakukan pengumpulan bukti-bukti dan data untuk mengusut kasus tersebut.

Saat ditanya apakah sudah ada penetapan tersangka atau ada yang mengarah ditetapkan tersangka, Kapolres mengatakan belum ada. Begitu pula mengenai saksi-saksi yang sudah diperiksa, ia hanya menyebut bahwa saksi yang sudah diperiksa baru dari pihak PTPN IX saja.
“Untuk warganya belum ada (yang diperiksa-red). Kemarin baru dari PTPN saja. Ini masih didalami terus. Penetapan tersangka juga belum,” ujarnya sembari bergegas masuk ke mobil dinasnya.
Sementara pada saat bersamaan, kemarin Federasi Serikat Pekerja Perkebunan PTPN IX Divisi Tanaman Tahunan (FSPBUN IX TT) dari PTPN IX se-Jawa Tengah juga mengirimkan surat tertulis kepada Kapolres Sragen, tembusan ke Kapolda, Kapolri dan direksi PTPN pusat untuk segera menindaklanjuti kasus ini. Dari surat tertulis yang juga dikirimkan ke email Joglosemar, mereka berharap kepolisian sesegera mungkin menangkap tersangkanya dan memproses secara hukum.
Ketua Umum FSBUN PTPN IX, Budiyono melalui sambungan telepon mengatakan surat itu dikirimkan sebagai bentuk keseriusan serikat pekerja PTPN yang merasa terpanggil untuk berjuang atas kasus pengrusakan pohon karet dan aset PTPN IX di Sambirejo. Menurutnya, selain merugikan PTPN IX, aksi perusakan yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu juga telah merugikan negara karena keberadaan PTPN adalah BUMN pengelola aset negara.
Ia juga menegaskan jika sampai tenggat dua pekan pascamediasi tanggal 15 Maret 2014, kepolisian tetap tidak menangkap tersangka, maka 5.000 karyawan, Satgas dan serikat pekerja FSBUN se-Jateng sudah siap untuk mendatangi Sragen dan akan melakukan sweeping sendiri terhadap tersangka.
“Hari ini tadi surat sudah kami kirim ke Kapolres tembusannya sampai Kapolri. Harapan kami, kepolisian bisa profesional dan tegas menegakkan supremasi hukum. Segera tetapkan dan tangkap tersangkanya. Atau kami yang nanti akan menangkap sendiri,” tegasnya. Wardoyo