JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Awas, Hati-hati Unggah Foto Anak di Medsos

Awas, Hati-hati Unggah Foto Anak di Medsos

124
BAGIKAN
24042016---WEB-MNF-upload foto anak di medsos-
Foto si kecil yang lagi bobok. Joglosemar | Maksum Nur Fauzan

Setiap orangtua tentu akan merasa sangat bangga dengan perkembangan sang buah hati. Setiap bertambah pintar si anak, orangtua tak akan bosan bercerita tentang anaknya. Bahkan, di era media sosial ini, tak sedikit dari mereka yang selalu mengunggah setiap detik perkembangan si buah hati.

Seperti yang dilakukan Lina (31), warga Laweyan, Solo. Sejak anaknya masih bayi dia selalu mengabadikannya dengan memotret dan diunggah di akun Instagramnya.

“Kalau saya meng-upload ini untuk kenang-kenangan supaya kalau dia sudah besar bisa liat,” katanya kepada Joglosemar, baru-baru ini.

Hal serupa juga dilakukan Titi (27) warga Banjarsari. Dia  mengatakan, meskipun tidak sering, dia juga sesekali meng-upload foto anaknya yang belum genap berumur setahun di media sosial.

Bangga dengan perkembangan anak, kemudian meng-upload-nya di sosial media adalah kewajaran bagi orangtua. Namun, sebaiknya jangan terlalu berlebihan.  “Sebaiknya jangan berlebihan dalam meng-upload, sewajarnya saja. Yang terpenting atur keamanannya,” ujar psikolog anak Solo, Maria Limyati.

Menurutnya, ketika akan mengunggah foto atau video anak, pastikan foto yang dipasang tidak mengandung banyak informasi tentang anak. Misalnya dengan latar belakang gambar sekolah atau rumah.

Hal ini untuk mencegah jika ada orang yang berniat tidak baik dengan memanfaatkan anak. Sebisa mungkin jangan memajang foto sang anak dalam keadaan tidak berbusana atau sedang mandi. Foto-foto semacam ini bisa memancing niat kurang baik dari pelaku pelecehan anak.

Selain itu, perlu diperhatikan juga mengenai pengaturan tentang privasi di media sosial tersebut. Siapa saja yang bisa mengakses foto tersebut, siapa saja orang yang berada di lingkaran pertemanan, dan apakah foto tersebut dapat dengan mudah di-download oleh orang lain. Sebisa mungkin batasi peredarannya hanya pada orang-orang yang dikenal saja.

Tri Sulistiyani