Persiapkan Hati Melepas Si Kecil di Sekolah Baru

Persiapkan Hati Melepas Si Kecil di Sekolah Baru

29

 

190616-WEB--familia-persiapan anak masuk sekolah pertama1
GANDENG ANAK–Seorang warga menggandeng anaknya saat menyeberang jembatan sesek. Joglosemar | Mohammad Ayudha

Kesibukan menyambut Idul Fitri ini seolah menyamarkan kesibukan beberapa orangtua yang juga mempersiapkan anaknya untuk mendapatkan sekolah baru. Beberapa orangtua juga harus mempersiapkan anaknya untuk memasuki babak baru dalam jenjang pendidikannya.

Usai Lebaran nanti, anak  ibu Wulan (34) warga Klodran, Colomadu, Karanganyar, akan masuk ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Wulan selalu mewanti-wanti bahwa nanti teman-temannya akan berbeda dari sebelumnya. Dia akan mendapatkan banyak teman baru.

“Soalnya dia masih sering menanyakan apakah temannya di A akan sekolah di sana juga atau tidak,” katanya kepada Joglosemar, baru-baru ini.

Sedangkan Yanti (33) warga Karangasem, Solo, tengah mempersiapkan anaknya masuk sekolah Taman Kanak-kanak.

Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

Psikolog Anak Komunitas Sekolah Hebatku, Haryadi, SPsi, Psi menjelaskan, sekolah sebenarnya dimulai dari SD bukan TK/KB. Karena, semua aktivitas sebelum SD adalah masa mempersiapkan anak untuk memasuki dunia sekolah, maka TK/KB atau sejenisnya sering disebut juga pre school.

Namun, orangtua tetap harus mempersiapkan anak untuk memasuki lingkungan sekolah yang sebenarnya. Jadi, peran orangtua sebagai penanggung jawab utama pendidikan anak harus mampu mengetahui sejauh mana kesiapan anak untuk sekolah dan mempersiapkan sebaik mungkin.

“Yang perlu persiapan tidak hanya anaknya saja, tetapi orangtua juga harus ikut mempersiapkannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Wisuda FSRD ISI Surakarta Bertemakan Garden Party

Saat si kecil akan masuk taman kanak-kanak ada banyak hal untuk dipersiapkan. Mulai dari perlengkapan sekolah mereka, mengatur kebiasaan bangun pagi, hingga mempersiapkan mentalnya memasuki lingkungan baru.

Sebenarnya bukan hanya si kecil saja yang harus dipersiapkan. Sebagai orangtua, juga harus siap melepas mereka dalam lingkungan baru. Jangan sampai karena  tidak tega melihat si kecil kesulitan mewarnai gambar, orangtua ikut duduk dalam kelas menemani dan membantu si kecil. Hal itu tidak baik bagi perkembangan kemandirian si kecil.

Tri Sulistiyani

BAGIKAN