Hobi Bersepeda ? Pahami Tekniknya Baru Tentukan Targetnya

Hobi Bersepeda ? Pahami Tekniknya Baru Tentukan Targetnya

87
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo HOBI BERSEPEDA - Dua orang pesepeda melintas di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, Sabtu (30/7). Hobi bersepeda terus diminati oleh warga.
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
HOBI BERSEPEDA – Dua orang pesepeda melintas di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, Sabtu (30/7). Hobi bersepeda terus diminati oleh warga.

News Analysis dari Dosen F-POK UNS Sarjoko Lelono

Bersepeda adalah kegiatan yang cukup familiar bagi masyarakat.Tidak heran jika banyak bermuncyulan komunitas sepeda di kota Solo. Bahkan gerakan bersepeda Solo Last Friday Ride (SLFR).

Namun SLFR belum dapat dikatakan sebgai olahraga bersepeda. SLFR lebih merupakan fenomena populer di kalangan masyarakat yang memiliki hobi bersepeda. Biasanya, mereka berkumpul Jumat malam setiap akhir bulan di satu tempat dan ramai ramai bersepeda.

Dari aspek kesehatan jasmani bersepeda malam hari kurang baik. Sebab, kadar oksigen rendah dan kadar karbondioksida tinggi. Tak hanya itu, udara malam hari juga cenderung lembab. Hal ini kurang baik bagi kesehatan paru-paru.

Namun, sisi rekreatif dari bersepeda yang dilakukan pada momen Solo Last Friday Ride sepertinya tercapai. Para pesepeda tampak senang dengan kegiatan ini.

Agar bersepeda membuat tubuh lebih bugar maka perlu dipahami tujuan, manfaat dan teknik bersepeda. Jika tujuan bersepeda adalah untuk olahraga tentu harus membuat program bersepeda yang sesuai dengan kodisi tubuh, usia, waktu, jarak dan frekuensi olahraga bersepeda.

Bersepeda satu atau dua kali seminggu sekali tentu tidak efisien dan berdampak langsung pada kebugaran tubuh. Paling tidak, seminggu tiga kali, sehingga berdampak pada sistem metabolisme, sistem kardiovaskuler dan pembakaran lemak.

Olahraga bersepeda memiliki beberapa manfaat. Bersepeda akan memicu keluarnya cairan pelumas pada persendian di lutut.  Oleh karenanya bersepeda baik untuk Lansia yang mulai merasakan nyeri pada lutut karena jarang bergerak.

Jika program bersepeda dan teknik yang dilakukan benar maka sistem metabolisme tubuh akan maksimal. Selain itu, berdampak pada sistem kardiovaskuler, sehingga kinerja jantung dan paru-paru akan baik.

Sebelum bersepeda, lakukan pemanasan, baik pada leher, punggung, bahu, tangan, tungkai, lutut dan paha. Hal ini diperlukan agar terjadi pemanasan dan siap untuk menerima latihan berikutnya. Selain itu, pemanasan juga berfungsi menjaga agar otor tidak mengalami kontraksi tiba-tiba saat bersepeda.

Perlu diketahui pula untuk dapat tahan lama bersepeda atur jok sepeda, tangan terlalu tinggi jangan pula terlalu rendah, agar paha tidak terasa pegal dan cepat tidak lekas lelah.

Saat mengayuh sepeda, posisi telapak kaki tidak dalam posisi horisontal, ujung kaki  berada sedikit mundur. Sehingga tungkai dan betis tidak lekas lelah.

Selain itu, gunakan sepeda yang sesuai standar pabrik dan nyaman dikendarai. Jangan melakukan variasi ektrem misalnya dengan membuat stang sepeda kecil dan lebih rendah hal itu akan merusak anatomi tubuh jika dilakukan setiap hari dan dalam jangka waktu yang panjang. Namun jika hal itu hanya sebatas mengekprsikan seni tidak masalah.

Arief Setiyanto

BAGIKAN