JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Belanja Peristiwa Bom Tak Pengaruhi Bisnis di Solo

Peristiwa Bom Tak Pengaruhi Bisnis di Solo

27
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo STREET FOOD FESTIVAL - Sejumlah pengunjung menikmati makanan yang dibeli dalam Street Food Festival di Atrium Solo Grand Mall, Jumat (15/4).
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
STREET FOOD FESTIVAL – Sejumlah pengunjung menikmati makanan yang dibeli dalam Street Food Festival di Atrium Solo Grand Mall, Jumat (15/4).

SOLO – Bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Solo, Selasa (5/7) lalu diyakini tidak akan mempengaruhi transaksi bisnis Kota Solo.

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Suharno, transaksi bisnis diprediksi meningkat 100 persen dari hari biasa, mengingat kota Solo menjadi tujuan utama para pemudik.

“Mudik identik dengan pulang ke Jawa, stigma Jawa adalah Solo, walaupun mereka sebenarnya dari eks Karesidenan Surakarta. Para perantau berasal dari Wonogiri, Sragen, Karanganyar, Klaten, dan sekitarnya pasti singgah di Kota Solo,” terang Suharno, Rabu (6/7) sore.

“Sehingga tidak aneh bila Solo menjadi tumpuan rayakan lebaran, perputaran uang melonjak tajam, pusat kuliner, pusat belanja tradisional dan modern diserbu para pemudik, hotel penuh, hingga rental mobil menolak-nolak pesanan,” tambah Suharno.

Ditegaskan Suharno, peristiwa bom bunuh diri sama sekali tidak berpengaruh pada bisnis di Solo. Hal ini didukung oleh kekompakan Pemkot Solo, elemen masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat yang sangat kompak menghadapi terorisme.

“Kedewasaan masyarakat Solo pantas diacungi jempol,” tukasnya.

Triawati Prihatsari Purwanto