Aqua Galon Palsu, Omset Sebulan Bisa Capai Rp 30 Juta

Aqua Galon Palsu, Omset Sebulan Bisa Capai Rp 30 Juta

264
Ilustrasi
Ilustrasi

BANTUL– Jajaran Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bantul, membongkar praktik pemalsuan air mineral dalam galon merek ternama yang beroperasi di wilayah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Omzet pemalsuan air itu sebulan bisa mencapai Rp 30 juta.

“Terungkapnya pemalsuan air mineral galon itu bermula dari informasi masyarakat yang merasa air mineral yang dibeli ada kejanggalan,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo saat jumpa pers pengungkapan kasus itu di Polres Bantul, Sabtu (13/8).

Menurut dia, rumah produksi air mineral galon palsu di wilayah Sleman itu terungkap pada Kamis (11/8) setelah jajaran Reskrim Polres Bantul menggerebek lokasi pemalsuan minuman kemasan bermerek “aqua” serta menangkap tiga tersangka yang terlibat.

Sebelum mengungkap kasus pemalsuan dan menangkap tiga tersangka itu, Polres Bantul telah melakukan penyelidikan dan penelusuran di lapangan selama hampir satu bulan atau sejak pertengahan Juli 2016 sejak laporan masyarakat yang dirugikan itu.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah sekitar dua tahun beraksi dengan penjualan per hari sekitar 50 sampai 100 galon.

Anggaito mengatakan, karena pemalsuan air mineral telah beroperasi selama dua tahun sebelum terungkap, maka diperkirakan sudah ribuan air galon palsu yang terdistribusikan ke berbagai wilayah termasuk di Bantul dan Kabupaten Kulon Progo.

Ia mengatakan setiap galon berisi air mineral palsu tersebut didistribusikan ke toko kelontong maupun warung-warung dengan harga Rp16.000 per galon, atau sama dengan harga jual air mineral asli sehingga tidak ada kecurigaan.

” Untuk omzetnya kalau dirata-rata bisa mencapai Rp 15 juta sampai Rp 30 juta per bulan,” kata dia.

AKP Anggaito mengatakan, dari hasil pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 20 galon merek aqua berisi air mineral palsu siap edar, dan 13 galon kosong, serta sebuah mobil yang digunakan untuk mendistribusikan ke berbagai warung-warung warga.
Ia menjelaskan air mineral palsu itu diambil langsung dari air sumur dengan pompa air dan selang, untuk kemudian galon ditutup dengan tutup bekas yang sudah direkondisi.

“Sekilas memang terlihat sama, namun akan terlihat beda pada bagian tutupnya, karena terlihat bekas terbakar kena soldir,” katanya.
Kasatreskrim Anggaito mengatakan, ketiga tersangka akan dijerat dalam pasal KUHP tentang mengedarkan makanan dan minuman palsu secara sengaja dengan ancaman pidana kurungan selama empat tahun.

Antara

Advertisements
BAGIKAN