JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Dugaan Malapraktik Sumarsih, Bupati Akan Panggil RSU Rachma Husada

Dugaan Malapraktik Sumarsih, Bupati Akan Panggil RSU Rachma Husada

93
BAGIKAN
BANGSAL PENUH – Keluarga menunggui pasien di bangsal kelas 3 RSUD SMS Wonogiri, Senin (6/1). Pascapemberlakuan JKN BPJS bangsal kelas 3 di rumah sakit tersebut dipenuhi pasien.  Joglosemar | Aris Arianto
Ilustrasi

BANTUL – Bupati Bantul, Suharsono berencana akan memanggil Rumah Sakit Umum (RSU) Rachma Husada terkait dengan dugaan malapraktik yang menewaskan Sumarsih, warga Dusun Tulung, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong.

Pemanggilan ini terkait dengan prosedur yang sudah dilakukan oleh pihak rumah sakit swasta ini.

“Kami akan memanggil semuanya, akan kami cek apakah sudah sesuai prosedur. Secepatnya nanti akan kami lakukan,” kata Suharsono saat ditemui di pendapa Parasamnya Kompleks Pemkab Bantul, Selasa (9/8/2016).

Suharsono menjelaskan, dirinya memang berharap pelayanan kesehatan di Kabupaten Bantul bisa benar-benar sesuai prosedur.

Dalam hal ini, tidak ada masyarakat yang dirugikan dan timbul laporan pelayanan kesehatan yang mengecewakan.

“Seperti pengalaman yang sudah-sudah kasus di RSUD (Penembahan Senopati),” ujarnya.

Dalam kasus ini, Suharsono juga tidak bisa memutuskan akan memberikan tindakan pada RSU yang berada di Jalan Parangtritis Km16, Patalan, Jetis, Bantul ini.

Pasalnya, pihaknya juga masih menunggu adanya penyidikan yang dilaksanakan oleh Polda DIY.

“Yang jelas, semua tindakan medis harus sesuai prosedur dan kami serahkan sepenuhnya kasus ini pada penyidik kepolisian,” paparnya.

Sebelumnya, Yuli Samsidah melaporkan ke polisi karena adanya dugaan malapraktik yang mengakibatkan keponakannya, Sumarsih (42) meninggal dunia. Kasus ini berawal dari keluhan sakit perut atau maag yang diderita Sumarsih 10 Mei silam. Yuli dirawat di RSU Rachma Husada. Tetapi, saat mau dijemput karena kondisinya sudah membaik, Yuli justru mendapati keponakannya meninggal dunia.

Tribun Jogja