JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Mi Boraks Ditemukan di Sewon, Bantul Perketat Pengawasan Pangan

Mi Boraks Ditemukan di Sewon, Bantul Perketat Pengawasan Pangan

33
Ilustrasi
Ilustrasi

BANTUL – Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengintensifkan pengawasan keamanan produk pangan olahan di daerah setempat pascatemuan mi basah mengandung boraks yang diproduksi di wilayah Sewon.

Ya, setelah ada temuan itu, nanti kita memang menjadwalkan kegiatan pengawasan keamanan produk pangan di pasar-pasar,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Regulasi Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Nitakrit, Kamis (18/8/2016).

Produsen mi kuning di Karangnongko Desa Panggungharjo yang menggunakan boraks itu digerebek Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo pada 10 Agustus 2016 setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan kepada penjual bakso yang berjualan di lingkungan polres itu.

Sementara itu, terkait dengan produsen mi tersebut, menurut dia, pernah dikenai yustisi oleh BBPOM Yogyakarta karena penggunaan bahan berbahaya formalin. Nitakrit mengatakan, pengawasan keamanan pangan olahan diintensifkan lembaganya karena disinyalir masih ada mi basah dan produk olahan makanan lain yang mengandung tambahan berbahaya, karena temuan itu menurutnya baru sebagian yang terungkap.

“Hasil pemantauan saat masa Lebaran lalu, mi yang disampling hampir semua menggunakan boraks, tetapi kandungannya kecil. Namun walaupun kecil kandungannya, tetap tidak boleh untuk makanan. Kami akan sampling produk pangan di pasar-pasar,” katanya.

Menurut dia, pengawasan keamanan pangan di pasar sebenarnya sudah rutin dilakukan, namun untuk menelusuri produsen maupun penyuplai makanan mengandung bahan berbahaya itu tidak mudah, mengingat produsen melakukan produksi secara sembunyi-sembunyi.

Antara