Sleman Dorong Warga Pertahankan Lahan Pertanian

Sleman Dorong Warga Pertahankan Lahan Pertanian

18
Joglosemar/Dani Prima  TANAM JAGUNG-Seorang petani di Kecamatan Karangdowo sedang mempersiapkan sawahnya untuk ditanami jagung.
Ilustrasi

SLEMAN– Pemerintah Kabupaten Sleman, mendorong masyarakat untuk mempertahankan lahan pertanian, lahan produktif yang dimilikinya dan aktif mengawasi peruntukan lahan pertanian.

“Selama ini Pemkab Sleman telah berusaha mengendalikan berubahnya lahan pertanian. Namun demikian, upaya ini tidak ada artinya jika tidak didukung masyarakat,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo saat penyerahan sertifikat tanah Program Prona di Candibionangun, Pakem, Kamis (11/8/2017).

Menurut dia, masyarakat diharapkan turut serta aktif dalam mengawasi peruntukan lahan khususnya pertanian.

“Jika ada pihak-pihak yang melanggar termasuk beberapa pengembang yang nekat membangun tanpa izin, diharapkan segera melaporkan kepada aparat di tingkat kecamatan maupun Pemkab Sleman,” katanya.

Ia mengatakan, sebagian besar masyarakat belum memahami pentingnya sertifikat tanah sebagai bukti hak milik.

“Aset tanah yang tersertifikat ini jangan dijual. Sebab bila kita punya aset, bisa mengembangkan usaha. Tetapi kalau tanah dijual kemudian uang disimpan maka dalam waktu cepat akan habis untuk beli kebutuhan sehari-hari saja. Pergunakanlah lahan tersebut untuk kegiatan-kegiatan yang produktif. Keberadaan sertifikat ini diharapkan juga mampu memacu petani dan pengusaha kecil dalam mendayagunakan lahannya,” katanya.

Kepala BPN Kabupaten Sleman Suwito mengatakan target dan lokasi pelaksanaan Prona ada di lima kecamatan. Yaitu Kecamatan Pakem untuk empat desa sebanyak 2.200 sertifikat, Kecamatan Ngemplak untuk dua desa sebanyak 950 sertifikat dan  Kecamatan Turi untuk Desa Wonokerto sebanyak 900 sertifikat/bidang.

Sementara, Kecamataan Berbah untuk Desa Tegaltirto sebanyak 700 sertifikat/bidang dan Kecamatan Cangkringan untuk Desa Argomulyo sebanyak 450 sertifikat/bidang.

Antara

Advertisements
BAGIKAN