JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Fenomena Klitih : Budi Dibacok Saat Duduk di Motor

Fenomena Klitih : Budi Dibacok Saat Duduk di Motor

631
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

BANTUL – Fenomena klitih atau pembacokan di jalan tanpa alasan yang jelas semakin hari semakin menjadi. Salah satu tukang parkir sebuah warung internet di Jalan Bugisan Selatan, Kasihan, Bantul menjadi korban kebrutalan tindak kriminal tersebut.

Korban bernama Budi, warga Nitiprayan, Kasihan, Bantul. Budi prasetya (32) harus menahan perih dan ngilu di kaki dan tangannya setelah menjadi korban klitih di tempat ia bekerja pada Jumat (2/9/2016) malam.

Budi menceritakan kronologis kejadian mencekam yang menimpanya, Sabtu (3/9/2016). Seperti biasa, pada Jumat malam tersebut Budi melakukan aktivitas pekerjaannya, sebagai tukang parkir di sebuah Warnet di Jalan Bugisan.

“Sekitar pukul 22.30 WIB ada dua orang mencurigakan berboncengan naik motor matik hitam. Tiba-tiba pembonceng turun, mengeluarkan clurit dan membacok saya secara membabi buta,” ceritanya.

Budi yang duduk di atas motor sempat melawan menggunakan kaki dan tangannya. Menurut Budi, pelaku berusaha untuk mengicar kepalanya. Sembari terus berteriak meminta tolong, Budi tetap berusaha melindungi kepala dengan tangan dan kakinya.

“Mereka mau incar kepala saya. Saya sempat pegang cluritnya,” tambahnya.

Menurut Budi, kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Usahanya untuk meminta tolong pun sempat didengar para pelanggan Warnet. Mereka juga sempat keluar, namun sayang pelaku sudah melarikan diri dengan cepat.

“Nggak sampai satu menit. Meski terluka saya sempat kejar tapi pelaku naik motor sangat kencang,” tambahnya.

Setelah kejadian tersebut Budi dilarikan ke klinik terdekat oleh warga sekitar. Kedua kaki dan salah satu jari Budi harus mendapat jahitan akibat luka bacokan tersebut.

Luka paling parah berada di kaki kirinya, luka sedalam 2,5 cm itu harus mendapat enam jahitan.

Sementara Andika (30), rekan korban menjelaskan, pada saat kejadian, Budi bertugas pada shift malam.

” Pak Budi jaga bersama dua rekannya. Tapi, dua rekannya pergi beli pulsa. Saat sedang sendirian Pak Budi didatangi pengendara motor berboncengan dan terjadi pembacokan,” jelasnya.

Namun Andika tidak mengetahui detil motor dan sejata tajam apa yang digunakan pelaku. Andika juga mengatakan bahwa sepengetahuannya, Budi tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun.

Jalan Bugisan sendiri jika malam hari memang sepi pengendara. Terlebih, jalan yang sempit dan penerangan jalan yang kurang membuat jalan tersebut menjadi rawan tindak kejahatan.

Tribun Jogja