JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Ini Kata Menpora Soal Rekomendasi Yogyakarta Sebagai Lokasi Kongres PSSI

Ini Kata Menpora Soal Rekomendasi Yogyakarta Sebagai Lokasi Kongres PSSI

21
BAGIKAN
Menpora Imam Nahrawi bersama atlet tenis meja Indonesia, David Jacob dalam dalam seremoni pelepasan dan pengukuhan kontingen Paralympic Indonesia yang berlangsung di Lor In Hotel Solo, Jumat (2/9/2016). Foto : Maksum Nur Fauzan
Menpora Imam Nahrawi bersama atlet tenis meja Indonesia, David Jacob dalam dalam seremoni pelepasan dan pengukuhan kontingen Paralympic Indonesia yang berlangsung di Lor In Hotel Solo, Jumat (2/9/2016). Foto : Maksum Nur Fauzan

JAKARTA – Surat rekomendasi tentang lokasi penyelenggaraan kongres PSSI tahun 2016 disebut Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi merupakan saran dari pemerintah menanggapi permintaan PSSI.

“Surat itu adalah saran. Mereka meminta rekomendasi, tentu kami membuatkan saran. Pemerintah menjadi pembina sekaligus penanggung jawab olahraga nasional. Toh ini masalah tempat. Jadi, jangan dibesar-besarkan. Hal yang penting adalah kongresnya,” kata Menpora Imam Nahrawi selepas membuka konferensi pers TAFISA Games 2016 di Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Pada Jumat (9/9/2016), Menpora memberikan surat rekomendasi kongres kepada PSSI menyusul surat Sekretaris Jenderal PSSI No. 557/UDN/286/VIII-2016 tentang permohonan rekomendasi penyelenggaraan Kongres PSSI tahun 2016.

Dalam poin kedua surat rekomendasinya, Menpora menyatakan rekomendasi akan diberikan seandainya pelaksanaan Kongres PSSI diselenggarakan di Yogyakarta dengan alasan wujud reformasi PSSI untuk kembali ke titik nol. Yogyakarta merupakan kota tempat lahir PSSI.

“Bagaimana reformasi itu kita tarik pada sebuah semangat para pendiri PSSI. Para pendiri itu ingin PSSI menjadi alat pemersatu negeri,” ujar Menpora tentang surat rekomendasi yang ditembuskan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kepala Kepolisian RI, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Namun, Menpora mengatakan PSSI belum memberikan surat balasan atas surat rekomendasinya tentang lokasi penyelenggaraan kongres itu. “Ini masalah tempat. Bisa di Yogyakarta, bisa di mana saja. Jika pemerintah diminta rekomendasi maka sebaiknya di Yogyakarta karena PSSI lahir di sana,” ujar Menpora.

Menpora juga menyatakan tidak ada alasan lain penolakan kota Makassar sebagai lokasi kongres yang telah ditetapkan PSSI pada 17 Oktober mendatang.

“Ini persoalan teknis. Kami tidak berandai-andai apalagi jika dikaitkan Menpora benci dengan satu tempat. Tidak. Hati Menpora itu Merah-Putih. Ini murni, kami mengajak kembali kepada semangat awal PSSI dilahirkan,” katanya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto menjelaskan surat rekomendasi yang diberikan kepada PSSI bersifat dua, yaitu dipatuhi atau dilanggar. Jika dilanggar, Kemenpora tidak akan mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan Kongres PSSI.

“Kewenangan rekomendasi itu diberikan atas surat permintaan dari PSSI. Sekali lagi tidak ada perintah apalagi intervensi,” ujar Gatot.

Kongres PSSI saat ini sudah memasuki tahapan banding bagi bakal calon yang tidak lolos verifikasi. Sebelumnya, Komite Pemilihan mengumumkan ada delapan calon Ketua Umum PSSI yang dinyatakan lolos seleksi dari jumlah awalnya 16 orang.

Untuk posisi wakil ketua umum ada 17 orang yang lolos dari 24 orang yang diajukan. Sementara itu posisi anggota Komite Eksekutif (EXCO) ada 57 orang dari 67 orang yang diajukan oleh anggota PSSI.

Antara