JOGLOSEMAR.CO Hiburan Rehat Supaya Anak Berani Bergaul, Undang Teman-teman Si Kecil ke Rumah

Supaya Anak Berani Bergaul, Undang Teman-teman Si Kecil ke Rumah

72
BAGIKAN
Joglosemar/Yuhan Perdana FAMILIA-Memilih tempat penitipan anak
Joglosemar/Yuhan Perdana
FAMILIA-Memilih tempat penitipan anak

RINI (34) warga Jajar, Solo,  ini mengaku sudah kehabisan cara untuk membiasakan anaknya yang berusia 4 tahun bermain bersama teman-tema sebayanya. Anaknya sering menangis ketika berpisah dengan ibunya.

Dia mau main bersama teman sebayanya ketika ditemani sang ibu. Bahkan ketika sekolah di play group ibunya juga harus menungguinya sampai sekolah selesai.

Rini hanya khawatirnya nantinya anaknya menjadi anak yang pendiam dan sulit bergaul. “Ini pemalu banget, ditinggal ibu bentar langsung nangis nyariin,” katanya kepada Joglosemar, Selasa(13/9).

Hal senada juga dialami oleh Mariani (29), warga Laweyan. Dia sudah membiasakan anaknya untuk bisa bergaul bersama teman sebayanya sejak masih kecil malahan.

Tetapi sampai sekarang, umur 3 tahun anaknya adalah anak yang pendiam dan tidak suka bermain bersama temannya. Ketika ada anak sebaya dia dia justru sembunyi di belakang ibunya.

Dia tidak mau bermain ataupun berinteraksi dengan teman sebaya. “Mungkin memang sifatnya pemalu, jadi susah untuk bergaul bersama teman sebayanya,” ujarnya.

Sementara itu, Psikolog Anak TK Al Firdaus Solo, Rizka Amalia, SPsi menjelaskan, sebenarnya tidak semua anak mudah berteman. Banyak anak yang lambat beradaptasi dengan situasi yang baru.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain dengan tidak memberikan stempel pada anak bahwa dia anak yang pemalu. Tidak disarankan juga untuk memberikan kritikan mengenai perilaku anak tersebut.

Perlahan-lahan tunjukkan pada si kecil bahwa dunia di sekitarnya patut dieksplorasi dengan cara mendampinginya saat ia sedang mengamati lingkungan barunya.

Ibu atau orangtua bertugas untuk menjadi pemandu dan menjelaskan mengenai lingkungan baru itu kepada anak. Misalnya dengan memperkenalkan teman-teman barunya dengan segala hal kelebihan positifnya supaya anak tertarik.

Mengkondisikan anak juga sekaligus bisa dengan menciptakan lingkungan sosial. Sebaiknya ajak anak untuk bermain di playground, taman dan kelas, supaya anak bisa bertemu dengan kawan-kawan dan menikmati permainan dengan kawanya.

Bisa juga sesekali anak-anak diundang ke rumah untuk mengadakan pesta kecil supaya anak bisa mengenal teman dalam suasana nyaman yaitu di dalam rumah sendiri.

Salah satu poin penting yang perlu diterapkan yaitu mengembangkan social skill anak, yakni segala keterampilan yang berhubungan dengan pergaulan. Seperti, cara ia berkenalan, menciptakan obrolan, mempertahankan obrolan tetap seru, berbagi, saling tolong-menolong, memotivasi, saling menegur dan memperbaiki saat ada masalah.

Tri Sulistiyani