Banyak Anak dari Komunitas Jainisme Puasa Berhari-hari

Banyak Anak dari Komunitas Jainisme Puasa Berhari-hari

14
1610-puasa-1
Ilustrasi

Para anggota komunitas Jainisme di India mengatakan 19 anak dari komunitas tersebut melaksanakan puasa selama ‘berhari-hari’ dalam beberapa tahun terakhir ini.

Pernyataan tersebut muncul setelah kematian anak perempuan berusia 13 tahun pada minggu lalu setelah berpuasa selama 68 hari.

Orang tua Aradhana Samdariya bersikeras menyatakan putrinya berpuasa karena kehendaknya sendiri dengan mengikuti apa yang diajarkan agama Jainisme, salah satu agama tertua di dunia.

Kasus tersebut menimbulkan perdebatan tentang praktik berpuasa di India.

Juru bicara polisi mengatakan orang tua Samdariya tercatat ‘bersalah’ atas kasus tersebut, setelah sebuah organisasi perlindungan anak mengajukan keluhan.

Pemeluk Jainisme sedang mendengarkan pidato biksu mereka, Ravindra Muniji, yang menjelaskan kepada media tentang pelaksanaan ritual puasa.

Sebagai tanggapannya, sebanyak 640 anggota terkemuka di komunitas tersebut mengirim daftar nama anak-anak yang berpuasa beserta foto-foto mereka kepada polisi.

“Kami memberikan surat keterangan tentang anak-anak (yang berpuasa) hanya untuk membuktikan praktik puasa ada di dalam Jainisme,” kata Vinod Kimtee, sekretaris dari Sri Jain Seva Sangh di Hyderabad.

“Semua anak (yang ada di dalam daftar) adalah contoh bahwa mereka berusia lebih muda daripada Aradhana dan mereka baik-baik saja untuk berpuasa selama berhari-hari.”

Dalam daftar tersebut tertulis empat anak, termasuk dua saudara kandung, yang melaksanakan puasa berkisar 68 sampai 83 hari, di kota bagian barat Ahmedabad sejak 2013. Tribunnews

 

Advertisements
BAGIKAN