JOGLOSEMAR.CO Hiburan Rehat Karena Sibuk, Joging Malam Pun Jadi Pilihan

Karena Sibuk, Joging Malam Pun Jadi Pilihan

51
BAGIKAN

091016-solo-runners-dok-solo-runners2

BANYAK orang setuju apabila dikatakan bahwa berolahraga adalah salah satu cara untuk memperbaiki kualitas kesehatan. Banyak cara dilakukan untuk bisa memenuhi target berolahraga, di tengah kesibukan sehari-hari.

Pilihan olahraga juga beragam, ada yang senang bersepeda, berlari, berenang, senam dan lainnya. Kebanyakan orang masih kesulitan untuk menemukan waktu yang tepat untuk melakukan olahraga.

Sebagian mereka memanfaatkan sisa waktu disela-sela kesibukan bekerja. Seperti Nanang (28), warga Laweyan ini mengaku tak punya banyak waktu untuk berolahraga, maka dia memilih waktu malam hari  untuk aktivitas berolahraga. Jadilah dia joging pada malam hari selepas kerja.

“Kadang joging aja di Manahan, tetapi kadang kalau ada jadwal teman-teman futsal juga. Bagi saya yang penting bisa olahraga supaya badan segar dan tidak ngantuk kalau sedang bekerja,” katanya kepada Joglosemar, Jumat (7/10/2016).

Tuntutan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta mengharuskannya berangkat pagi dan pulang larut. Sehingga, malam hari adalah waktu yang dia punya untuk berolahraga selain pada akhir pekan.

Tak banyak targetnya dalam berolahraga, dia hanya butuh waktu satu jam saja buat joging. Setelah berkeringat kemudian dia istirahat.

091016-solo-runners-dok-solo-runners3

Awalnya dia memang hobi berolahraga sejak mahasiswa. Namun setelah lulus dan bekerja dia sudah tak memiliki banyak waktu luang lagi untuk berolahraga.

Kemudian, teman kuliah yang memiliki hobi sama sering mengajaknya untuk berolaraga futsal. Tetapi, kadang kalau jumlah teman yang ikut futsal cuma sedikit, mereka hanya joging saja.

Kegiatan serupa juga dilakukan oleh komunitas Solo Runer. Koordinator Solo Runer, Muhamad Firmansyah Harsanto menjelaskan, dia bersama sekitar 20 hingga 30 orang selalu rutin untuk berolahraga joging setiap Kamis malam.

Mereka rata-rata adalah orang yang memiliki kesibukan dari pagi hari hingga menjelang malam. Pagi atau sore hari, mereka tidak memiliki waktu untuk berolahraga. Padahal mereka sangat menyadari bahwa olahraga memiliki arti penting untuk kualitas kesehatannya.  Jadilah malam hari menjadi pilihan.

Joging adalah olahraga yang dipilih untuk bisa dilakukan dengan rutin. “Kami sama-sama memiliki aktivitas yang menyita waktu sepanjang hari, padahal olahraga itu seharusnya seminggu tiga kali. Kalau hanya di hari weekend maka porsi olahraga akan kurang,” katanya.

Saat melakukan aktivitas jogging ini mereka hanya membatasi maksimal jarak yang ditempuh adalah 5 kilometer. Jarak itu ditempuh dalam waktu 30 menit hingga 45 menit.

Menurutnya, dengan berolahraga di malam hari, waktu mereka lebih banyak dan mereka lebih santai mengerjakannya tanpa harus dikejar-kejar oleh waktu kembali beraktifitas seperti pada siang hari.

Tri Sulistiyani