JOGLOSEMAR.CO Hiburan Rehat Udah Besar Kok Masih Ngedot? Ini Penyebabnya

Udah Besar Kok Masih Ngedot? Ini Penyebabnya

122
BAGIKAN
Joglosemar|Mohammad Ayudha FAMILIA-
Joglosemar|Mohammad Ayudha
FAMILIA-

Sikap orangtua yang cenderung membiarkan anaknya menyusu dari botol akan makin memperkuat kebiasaan itu.

Nadia (4) tampak tengah asyik ngenyot dot, padahal sekarang dia sudah masuk sekolah playgroup. Jadilah setiap berangkat sekolah, dot dengan isi susu menjadi bekal utama yang tidak bisa ditinggal.

Sebenarnya beberapa kali ibunya Ayu (31) sudah berusaha menyapih anaknya dari dot, tetapi di merasa kesulitan. Pasalnya, setiap mau tidur anaknya selalu minta minum susu dari dot. Kemanapun pergi di tengah jalan bisa saja anaknya minta dot sewaktu-waktu.

Pernah dia menyembunyikan dot supaya anaknya lupa. Tetapi tetap saja dia nangis histeris dan akhirnya ibunya mengalah.

“Ya saya biarin aja, lha mau gimana lagi susah melepasnya,” katanya kepada Joglosemar, Rabu(26/10).

Sedangkan Syakira (4) juga masih ngedot, meskipun dia ngedot hanya saat menjelang tidur saja. Kalau sedang bermain sama teman-temanya dia sudah tidak mau ngedot karena sudah merasa malu diledek.

Anis(34) ibunya juga membiarkan anaknya ngedot menjelang tidur. Menurutnya, nanti lama kelamaan anak akan bosan sendiri. Tetapi sedikit demi sedikit dia berusaha untuk menjauhkan dot dari anaknya itu.

“Kalau sekarang udah berkurang, minta dot kalau pas mau tidur aja,” katanya.

Sementara itu menurut Psikolog Universitas Sahid Surakarta, Sri Ernawati sikap orangtua yang cenderung membiarkan anaknya menyusu dari botol akan makin memperkuat kebiasaan itu.

Selain, kebiasaan orangtua yang selalu memberikan susu pakai botol. Melepas anak dari botol dot ini memang butuh waktu tidak bisa serta merta anak lepas dari dot.

Melepaskan anak dari dot ini bisa dilakukan bertahap. Mulai dari memberikan susu di gelas tiap pagi hari. Bisa juga dengan melubangi dot yang besar sehingga air yang keluar banyak seperti minum pakai sedotan.

Ibu-ibu yang kelewat sibuk bekerja atau malas bercapai-capai hingga segala asupan cairan buat anaknya dilakukan lewat botol, juga ikut mendukung terbentuknya kebiasaan tersebut. Terlebih bila si anak bangun tengah malam, orangtua akan memberikan botol kepada anak daripada memberikan gelas.

“Tak tertutup kemungkinan karena orangtua kurang perhatian pada anak. Orangtua baru sadar kalau anaknya masih menyusu dari botol setelah kebiasaan ini berlangsung hingga si anak besar,” kata dia.

Tri Sulistiyani