Mengarahkan Potensi Anak Sejak Dini, Begini Caranya

Mengarahkan Potensi Anak Sejak Dini, Begini Caranya

72
Para siswa-siswi SDN 1 Bratan saat mengikuti lomba mewarnai dalam ajang Anak Kreatif Anak Hebat 2016 bersama Pasta Gigi dan Vitamin Citrex Upin & Ipin, Sabtu (15/10/2016) pagi. Foto : Insan Dipo Ferdias
Para siswa-siswi SDN 1 Bratan saat mengikuti lomba mewarnai dalam ajang Anak Kreatif Anak Hebat 2016 bersama Pasta Gigi dan Vitamin Citrex Upin & Ipin, Sabtu (15/10/2016) pagi. Foto : Insan Dipo Ferdias

Farida (34) warga Banjarsari, Solo ini sekarang tengah sibuk memilihkan ekstrakulikuler untuk anaknya. Anaknya sekarang sudah menginjak usia Taman kanak-kanak (TK).  Dia ingin bakat anaknya terasah sejak dini.

Sejak anaknya masuk TK A, dia sudah memanggil guru les bahasa Inggris ke rumah. Sekarang, anaknya sudah menginjak TK B, menurutnya, sudah saatnya bakat anaknya diasah.

Dia berniat ingin menyekolahkan anaknya di sekolah musik, pasalnya anaknya akan sangat girang ketika mendengarkan musik. Bahkan anak perempuannya itu hafal beberapa lirik lagu dan suka sekali bernyanyi.

“Rencana mau saya ikutkan les musik, soalnya kalau denger musik dia itu seneng banget,” katanya kepada Joglosemar, Rabu(2/11).

Sementara itu Murni(36), anak pertamanya yang sekarang sudah kelas 2 SD sudah ikut les robotic. Sedangkan untuk anak keduanya yang sekarang masih TK dia masih melihat potensi dan kesenangan si anak.

Ibu, warga Pajang  ini lebih memilih berhati-hati untuk memilihkan kegiatan untuk anaknya. Jangan sampai justru kegiatan yang terlalu banyak membuat anak menjadi bosan. “Saya mau mencari yang benar-benar disukai anak saja,” ungkapnya.

Mengenal bakat seorang anak memang bukan hal yang mudah. Potensi yang dimiliki anak gampang-gampang susah untuk dideteksi. Bakat anak sebenarnya tidak bisa diketahui persisnya, orangtua hanya bisa mengetahui potensi bakat anak.

“Bakat anak ini memang tidak mudah, anak suka pada suatu bidang, belum tentu anak berbakat di bidang itu,” ujar Psikolog anak Al Firdaus, Riska Amalia kepada Joglosemar, Selasa(1/11/2016) lalu.

Diungkapkannya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui bakat anak. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui bakat anak antara lain dengan melakukan stimulasi kepada anak.

Pancing ketertarikan anak untuk melakukan suatu aktivitas tetapi sebaiknya hindari memberikan perintah kepada anak. Apabila anak bertanya, jelaskan seperlunya. Jika anak tertarik, beri kesempatan pada anak melakukan aktivitas tersebut.

Awalnya orangtua bisa mendampingi anak, namun usahakan agar anak tetap merasa mandiri dalam melakukan aktivitasnya.

Ketika merasa didikte orangtua, perilaku anak tidaklah mengacu pada kecerdasan majemuknya, tetapi lebih karena mengikuti perintah orangtua.

Setelah anak terbiasa melakukan aktivitasnya sendiri, kemudian lakukan pengamatan terhadap perilaku anak, sebelum, selama dan setelah melakukan aktivitas.

Orangtua perlu lebih jeli dalam mengamati sikap anak, seperti dahi yang mengernyit atau perubahan ekspresi wajah. Usai melakukan aktivitas, ajukan pertanyaan agar anak bercerita mengenai pengalamannya melakukan aktivitas tersebut.

Jika anak cepat belajar, merasa senang, puas dan ingin mengulanginya, maka bisa jadi anak memiliki potensi di bidang itu.

Tri Sulistiyani

BAGIKAN