Petani Diimbau Jaga Kualitas Beras

Petani Diimbau Jaga Kualitas Beras

17
Ilustrasi | Joglosemar/Yuhan Perdana
Ilustrasi | Joglosemar/Yuhan Perdana

JOGJA— Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta meminta petani selalu menjaga kualitas beras yang akan dijual ke badan usaha milik negara itu.

“Kami meminta petani tidak sekadar memproduksi, tetapi juga memparhatikan kualitas beras sebelum diajukan untuk kami serap,” kata Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional DIY Miftahul Adha di Yogyakarta, Sabtu (19/11).

Menurut Miftah, Bulog DIY bersama gabungan kelompok tani (Gapoktan) di seluruh kabupaten selalu mendorong petani meningkatkan kuantitas serta kualitas produksi beras, dengan memberikan penyuluhan secara rutin.

“Kami selektif dalam melakukan pembelian beras petani, dengan harapan setiap beras yang nantinya akan disalurkan kembali ke masyarakat juga memiliki kualitas yang baik,” kata dia.

Baca Juga :  Peraih Perak OSN 2017 Tingkat Nasional Ini Anak Penjual Mainan

Ia mengatakan, setiap beras yang diserap dari petani dipastikan telah memenuhi standar kualitas dengan ketentuan kadar air maksimum 14 persen, butiran patah 20 persen, menir 2 persen, dan derajat sosoh 95 persen dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp7.300 per kilogram.

“Kurang dari standar itu, kami tidak akan beli,” kata Miftah.

Guna menjaga kualitas beras yang disimpan, menurut dia, seluruh gudang penampungan beras milik Bulog, kata dia, juga terus ditingkatkan pengawasan dan perawatannya. Saat ini Gudang Bulog di Kalasan mampu menampung 23.000 ton beras, gudang di Gunung Kidul 3.000 ton, dan gudang di Bantul 2.000 ton, dan di Kulon Progo 3.500 ton.

Baca Juga :  Otak Jaringan Obat Aborsi Terancam 10 Tahun Penjara

Ia mengatakan, serapan beras petani hingga November 2016 mencapai 57.200 ton. Dari hasil pembelian beras petani itu, hingga saat ini 45.000 ton beras telah disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga prasejahtera.

Sedangkan stok persediaan beras yang masih tersisa di gudang Bulog DIY hingga saat ini mencapai 30.000 ton. Stok beras itu diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat DIY hingga Mei 2017.

Sementara itu, lanjut dia, bagi masyarakat penerima beras miskin (raskin), Miftah juga mengingatkan, apabila menemukan beras yang diterima memiliki kondisi tidak layak konsumsi agar segera mengadukan ke Bulog untuk diganti. n Antara

Advertisements
BAGIKAN