Ini Hlo, Penyebab Anak Umur Dua Tahun Belum Bisa Berbicara

Ini Hlo, Penyebab Anak Umur Dua Tahun Belum Bisa Berbicara

50

 

Ilustrasi
Ilustrasi

Melihat tumbuh kembang anak menjadi hal yang sangat berharga bagi orangtua. Salah satunya ketika menunggu si buah hati mengucapkan kata pertamanya. Anak berusia satu tahun normalnya mampu menyebutkan minimal satu kata. Biasanya kata yang pertama anak ucapkan adalah mama/papa atau ibu/bapak. Namun, sebagian anak-anak ada juga ada yang tidak kunjung mengucapkan satu kata pun meski sudah waktunya.

Terapis Wicara bagian Fisoterapi RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Ana Fitriyanti, Amd,TW mengungkapkan ada beberapa tahapan berbicara pada anak. Pada usia satu tahun, anak harus bisa mengucapkan satu kata. Selanjutnya pada usia 15 bulan akan berkembang antara satu hingga tiga kata, dan pada 18 bulan sang buah hati rata-rata bisa mengucapkan enam hingga 10 kata.

Baca Juga :  Gedung B Diresmikan, RS PKU Surakarta Tambah Ruang Hemodialisa

“Pada anak usia dua tahun mereka bisa merangkai dua kata menjadi kalimat. Itu adalah batasan minimal, artinya jika mampu mengucapkan kata lebih banyak itu justru sangat bagus. Sebaliknya, jika pada usia dua tahun belum bisa mengucapkan satu kata pun maka bisa dikatakan anak mengalami keterlambatan bicara,” tegas dia kepada Joglosemar, kemarin.

Dikatakan dia, keterlambatan bicara bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya karena gangguan pendengaran pada si anak. Ini bisa dilihat dari tidak ada respons dari anak saat dipanggil. Anak biasanya juga hanya diam dan tidak merespon bunyi-bunyian di sekitarnya. Menurut Ana, hal ini bisa jadi ada infeksi di telinga si anak dan berakibat anak mengalami keterlambatan bicara.

Baca Juga :  Besok, RS PKU Muhammadiyah Resmikan Gedung B

Faktor lainnya, imbuh dia, adalah gangguan perkembangan seperti autis. Pada kasus ini, anak memerlukan terapi khusus untuk membantunya dalam berkomunikasi dengan orang lain. “Keterlambatan bicara juga bisa disebabkan kurangnya stimulus dari orangtua/lingkungan sekitar. Ini biasanya terjadi pada orangtua yang sibuk bekerja sehingga anak lebih banyak berinteraksi dengan gadget. Padahal, penggunaan gadget pada anak kurang bagus bagi perkembangannya,” ungkap dia.

1
2
3
BAGIKAN