Kenali Gejala HIV/AIDS

Kenali Gejala HIV/AIDS

98
ilustrasi
ilustrasi

Memahami Gejala HIV/AIDS

Penyakit HIV/ AIDS memang masih menjadi misteri dalam hal pengobatannya. Karena sampai saat ini belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan pasien positif HIV. Namun, selama ini pemerintah menggunakan Anti Retroviral (ARV) untuk menekan perkembangan virus di dalam tubuh. Pertanyaannya, apakah orang-orang yang berisiko tinggi selalu positif HIV/AIDS?

Tentunya harus ada pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah seseorang HIV positif atau tidak. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr Flora Ramona Sigit Prakoeswa, MKes, SpKK, Dipl.STD HIV menjelaskan kriteria diagnosis HIV positif meliputi beberapa hal. Menurut World  Health Organization (WHO), positif atau negatifnya seseorang mengidap HIV dapat dilihat dari tes serologi positif dengan adanya dua gejala mayor dan satu gejala minor.

Baca Juga :  Gedung B Diresmikan, RS PKU Surakarta Tambah Ruang Hemodialisa

“Untuk gejala mayor ditandai dengan berat badan turun lebih dari 10 persen, diare kronik dalam satu bulan, demam terus-menerus, dimentia/HIV ensefalopati, penurunan kesadaran dan gangguan  neurologi,” kata dia kepada Joglosemar, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, masih menurut WHO gejala minor meliputi batuk menetap lebih dari satu bulan, dermatitis generalisata, kandidiasis orofaringeal, herpes simplek kronik progresif, limfadenopati generalisata, herpes zoster, serta timbulnya infeksi jamur berulang.

Baca Juga :  Besok, RS PKU Muhammadiyah Resmikan Gedung B

Dosen yang juga berprofesi sebagai Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS PKU Muhammadiyah Surakarta itu kembali menekankan jika sampai saat ini penanganan kasus HIV dengan terapi ARV. Karena obat itu berfungsi mengendalikan perkembangbiakan virus maka diharapkan dengan pemberian obat itu dapat membuat hidup para penderita lebih produktif.

1
2
3
BAGIKAN