Efek ABG Kecanduan Jalan ke Mal, Begini Kata Psikolog

Efek ABG Kecanduan Jalan ke Mal, Begini Kata Psikolog

48
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo RENCANA KENAIKAN TARIF TENAN--Sejumlah pengunjung melintas di depan salah satu tenan di Solo Grand Mall, Selasa (4/2). Mulai Februari 2014, pihak manajemen Solo Grand Mall berencana akan menaikkan tarif tenan.
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
RENCANA KENAIKAN TARIF TENAN–Sejumlah pengunjung melintas di depan salah satu tenan di Solo Grand Mall, Selasa (4/2). Mulai Februari 2014, pihak manajemen Solo Grand Mall berencana akan menaikkan tarif tenan.

Mal saat ini merupakan salah satu tempat tujuan nongkrong anak-anak muda. Banyak remaja yang menghabiskan waktu dan mencari hiburan ke mal atau pusat perbelanjaan.

Tak heran apabila usai jam sekolah atau akhir pekan akan banyak pemandangan remaja yang terlihat jalan-jalan di mal. Hesti (17) remaja ini setiap akhir pekan selalu mengajak teman-temannya ngemal.

Terkadang, dia hanya makan saja di mal. Namun, saat ada barang yang menurutnya menarik dia lantas membelinya.

“Intinya cuma pingin main bareng teman, kalau ada yang lucu pas punya uang ya beli,” katanya saat terlihat jalan-jalan di salah satu mal di Solo, Rabu (4/12/2017).

Qila (18) juga memiliki hobi serupa. Katanya, hangout bareng teman di mal lebih enak, selain tempatnya bersih saat butuh segala sesuatu bisa sekalian membeli.

Dia sering ke mal bersama geng SMA-nya. Meskipun sekarang mereka sudah lulus tetapi saat sedang berada di Solo mereka sering janji ketemu di mal.

“Emang sejak masih SMA bareng-bareng dulu ketemuannya di sini. Jadi, ya sekalian reuni sekalian mengenang masa SMA,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Psikolog Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sholeh Amini jalan-jalan ke mal sebenarnya kurang baik untuk dijadikan kebiasaan. Di mal, segala sesuatu dibuat serba mudah, mau naik ke lantai berikutnya tinggal naik eskalator atau lift.

Alihkan ke Kegiatan Lain

Sehingga, tidak akan mengajarkan artinya perjuangan hidup. Berbeda ketika ke tempat lain, seperti pasar tradisional, mereka akan melihat bagaimana pedagang membawa dagangan digendong.

Mereka juga merasakan naik tangga dan lainnya. Ketika akan selalu diberikan kemudahan-kemudahan yang ada di mal, mereka akan lupa bagaimana hidup sederhana.

Advertisements
1
2
BAGIKAN