Tangisan Istri Wiji Thukul dan Antusiasme Aktivis Saksikan ‘Istirahatlah Kata Kata’

Tangisan Istri Wiji Thukul dan Antusiasme Aktivis Saksikan ‘Istirahatlah Kata Kata’

216
CAPTION-POSE BERSAMA-Sejumlah aktivis berpose bersama sebelum nonton bareng Istirahatlah Kata Kata di bioskop Grand 21 Solo Grand Mall, Kamis (19/1).
Istri Wiji Thukul, Dyah Sujirah usai nonton bareng Istirahatlah Kata Kata di bioskop Grand 21 Solo Grand Mall, Kamis (19/1).

Dyah Sujirah, istri Wiji Thukul ikut menyaksikan pemutaran perdana film kisah pelarian sang suami usai tragedi Juli 1998 yang bertajuk Istirahatlah Kata Kata di Grand 21 Solo Grand Mall, Kamis (19/1/2017). Sosok yang akrab disapa Sipon itu hadir di tengah-tengah penonton beserta sejumlah aktivis.

Sekitar pukul 14.30 WIB, satu persatu penonton mulai memasuki studio. Sementara, Sipon datang belakangan pukul 15.00 WIB.

Ia langsung dijemput oleh beberapa aktivis dan bergegas menyusul untuk menonton film tersebut. “Nanti saja ngobrolnya,” ujar Sipon sembari jalan menuju studio.

Kedatangan Sipon membuat heboh para penonton dan pengunjung. Satu jam berlalu, Sipon tak kuasa menahan tangis. Ia kemudian dipeluk oleh temannya untuk meredakan kesedihan dari Sipon, yang kehilangan suaminya Wiji Thukul selepas tragedi 1998.

“Puisi yang dilagukan dalam film ini menguatkan saya. Saya mengucapkan terimakasih pada teman-teman aktivis semua untuk mendukung film tersebut,” kata Sipon.

Ia pun berharap jika tragedi yang ia alami maupun aktivis-aktivis lainnya pada tahun 1998, tidak kembali terulang. “Ini menjadi pelajaran berharga buat kita, yang bisa membuat kita terpecah belah. Semoga ini tidak terulang kembali,” ucapnya sembari menahan isak tangis.

Koordinator acara nobar, Prijo Wasomo mengatakan dirinya mengajak para teman-teman aktivis Solo yang dulu pernah terlibat langsung dengan Wiji Thukul, semasa aktif menjadi aktivis pada tahun 98 di Kota Solo.

“Ada beberapa rekan-rekan aktivis dan LSM yang ikut nonton. Ada juga dari Sekber 64, Spekham dan lainnya,” ujarnya.

Beberapa hari yang lalu, jumlah peserta dari hasil pendaftaran tercatat mencapai 80 orang. Tak hanya para mantan aktivis, sejumlah mahasiswa dan penonton dari generasi muda lainnya pun menunjukkan antusiasme besar untuk ikut menonton.

1
2
BAGIKAN