Ampyang Jawa Buatan Warga Karanganyar Ini Sukses Tembus Pasar Asia

Ampyang Jawa Buatan Warga Karanganyar Ini Sukses Tembus Pasar Asia

2027
Danan (tengah) bersama dua konsumen bule yang hendak membeli ampyang Jawa. Foto : Dok Pribadi

Siapa yang tidak mengenal ampyang, camilan yang terbuat dari gula dan kacang. Ternyata ampyang bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan bahkan bisa dijual hingga mancanegara.

Ampyang bahan utamanya kacang dan gula. Bahan itu diolah lalu dicetak dalam keadaan masih panas kemudian dibiarkan hingga kering, sangat sederhana. Di balik segala kesederhanaan tersebut, siapa sangka ampyang bisa dijual hingga luar negeri.

Seperti kisah sukses pengusaha ampyang, Alif Arna Danan Abdul Faathir ini. Dimulai dari modal yang tidak seberapa hingga kini produk ampyang buatan Danan laris hingga mancanegara.

Danan sapaan karibnya memulai bisnis ini dengan brand Ampyang Khas Jawa sejak tahun 2012. “Ini usaha dari nol, jujur modal tidak sampai Rp 500.000. Awal dulu sempat terseok-seok setelah resign dari perusahaan, dan akhirnya menemukan ide yakni usaha ampyang ini,” ujarnya.

Awalnya, kata Danan, dia berjuang keras hingga produknya berhasil diterima di dua outlet penjualan. Kini berjalan 4 tahun, total outlet ampyang Khas Jawa ini sudah ada 300 outlet se-eks Karesidenan Surakarta, dan 20 outlet konsinyasi atau resellers seluruh Indonesia seperti Palembang, Jakarta, Bandung, Sragen, Wonogiri, Solo, Semarang, Bali, Papua, Makassar, Manado dan terbaru direncanakan di Banjarmasin. Dan lagi bahkan hingga mancanegara ke Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.

Baca Juga :  PILKADA KARANGANYAR 2018 : Ambil Formulir, Sekretaris DPC PDIP Siap Bersaing

Danan mengungkapkan awalnya membutuhkan kerja keras serta target yang tinggi. “Dulu dengan motor butut keliling kota untuk menawarkan produk ampyang ini ada yang menolak ada juga yang menerima,” ujarnya.

Danan mengungkapkan ditargetkan setiap harinya ada pemasukan setidaknya Rp 3 juta. Dan sampai dengan saat ini proses sales dilakukan Danan seorang.

Tidak hanya kuantitas yang Ia kejar, namun juga kualitas. Danan mengungkapkan produk ampyang ini bebas dari bahan pengawet, sudah bersertifikat halal dan BPOM.

Selain ampyang, Danan juga berkreasi dengan sambal pecel, panganan yang juga berbahan kacang. Untuk sambal pecel ini prosesnya disangrai tanpa minyak dan ditumbuk manual saja, tanpa bantuan mesin. “Sehingga tidak ada keraguan untuk mengekspor hingga luar negeri,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua Fraksi PKS DPRD Karanganyar Digasak Bus Pengantin. Mobil Dinas Fraksi Ringsek

Dalam sehari Danan dapat memproduksi ampyang hampir 30 kilogram atau setara dengan 500 bungkus. Sedangkan sambal pecel sekitar satu setengah kuintal hingga 1 kuintal.

“Hingga saat ini saya membuka wisata edukasi ngepel ampyang dan ndeplok sambal, yang dilakukan di rumah produksi Tegalasri RT 06/08, Bejen, Karanganyar,” ujarnya.

Selain memperkenalkan makanan tradisional ini, juga bertujuan untuk melestarikannya dengan semacam program short course.

Walaupun produknya ini sudah sukses namun dari segi harga, Danan tidak memberikan harga yang tinggi. “Harga reseller, ampyang bungkus kecil Rp 7.000 isi 12 biji, isi 20 biji Rp 12.000, dan untuk sambal pecel per kilo dibandrol Rp 35.000 saja,” ujarnya.

Danan sendiri mengungkapkan kesuksesan bisnisnya ini tidak hanya terkait mengenai orang dan uang saja,namun juga atas izin dan rezeki dari Tuhan.

“Sehingga kerja keras itu sangat diperlukan, jangan stuck pada produk saja, namun lebarkan link dan relasi, juga libatkan sang Pencipta,” ujarnya.

Garudea Prabawati

Advertisements
BAGIKAN