Cukupkah Berolahraga Hanya Satu Hari per Pekan? Ini Jawabannya

Cukupkah Berolahraga Hanya Satu Hari per Pekan? Ini Jawabannya

57
ilustrasi berlari. Foto: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

TIDAK diragukan lagi seseorang akan berusaha maksimal untuk dapat berolahraga secara teratur. Tapi terkadang hidup, kerja dan waktu senggang tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Beruntung, sebuah penelitian terbaru, yang diterbitkan dalam Jurnal JAMA Internal Medicine, menunjukan bahwa melakukan olahraga seminggu dua atau bahkan satu kali tidak menjadi masalah.

Dilansir dari prevention, Penelitian dengan mensurvei hampir 64 ribu orang dewasa ini menemukan bahwa orang memiliki resiko 30 persen meninggal lebih kecil jika mereka mencapai ambang batas yang ditetapkan WHO (World Health Organization) yaitu 150 menit beraktivitas sedang dan 75 menit beraktifitas tinggi, tanpa memperdulikan apakah itu dengan satu, dua atau enam jam latihan setiap minggu.

Meskipun penelitian lebih jauh masih perlu dilakukan, tapi pada intinya kamu bisa memenuhi target mingguanmu dengan satu kali olahraga dengan waktu 150 menit – jika cocok dengan kebutuhanmu.

Albert Matheny, MS, RD, CSCS, dari SoHo Strength Lab and Promix Nutrition, mengungkapkan tidak mengejutkan jika penelitian terhadap orang yang berolahraga dalam kurun waktu tertentu dibandingkan dengan orang yang tidak pernah berolahraga sama sekali, menunjukan perbedaan kesehatan yang sangat jauh. “Bergerak lebih baik daripada tidak,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Doug Sklar, seorang pelatih pribadi bersertifikat dan pendiri studio kebugaran di New York, PhilanthroFIT.

“Ini hanya mengulang kembali apa yang telah diketahui dan diduga oleh masyarakat umum selama bertahun-tahun – jika berolahraga dalam intensitas yang sesuai akan bisa memberikan kesehatan jangka panjang,” jelasnya.

Namun Sklar mengingatkan bahwa berolahraga dua kali dalam seminggu memang sudah cukup bagi pemula, namun lebih baik jika mencoba lebih. “Untuk orang yang berpengalaman, saya sangat menganjurkan tiga atau lima kali setiap minggu,” pungkasnya.

Matheny menambahkan jika olahraga secara teratur masih lebih baik. “Seberapa sehat yang kamu inginkan?” jawabnya. “Setiap orang bisa setidaknya berjalan 22 menit setiap hari – dan itu lebih dari 150 menit dalam seminggu.”

Walapun begitu, jika kamu tidak memiliki cukup waktu luang dan hanya dapat melakukan olahraga dalam satu atau dua kali setiap minggu, Sklar merekomendasikan latihan kekuatan tubuh secara menyeluruh dengan intensitas dan interval yang tinggi.

“Latihan kekuatan tubuh ini akan membantumu mengembangkan dan memelihara otot dan kepadatan tulang, sementara interval dan intensitas yang tinggi akan meningkatkan detak jantung dan melatih sistem kardiovaskular, jelasnya.”

Matheny mengatakan jika detak jantung harus terus meningkat di sepanjang latihan, dan juga harus terdiri dari latihan-latihan gerak dinamis. Contohnya tidak sekedar bergerak maju pada satu tempat. Yang bisa dilakukan terdiri dari pemanasan, peregangan, jeda, dan berlari atau berenang.

Kita bisa saja berolahraga dengan keras satu atau dua hari setiap minggu dan dapat memenuhi kebutuhan olahraga setiap minggunya, namun Matheny menganjurkan olahraga yang konsisten jika memungkinkan. “Tidak perlu memforsir olahragas setiap hari, lebih baik tentu saja bergerak setiap hari,” jawabnya.

Fajar Ardiansah

Advertisements
BAGIKAN