JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Jadi Ini Pentingnya Orangtua dan Guru Memahami Permasalahan Anak

Jadi Ini Pentingnya Orangtua dan Guru Memahami Permasalahan Anak

113
BAGIKAN
ilustrasi anak. Foto : babycentercom

 

Setiap anak yang lahir ke dunia, sangat rentan dengan berbagai masalah. Masalah yang dihadapi anak, terutama anak usia dini, biasanya berkaitan dengan gangguan pada proses perkembangannya. Bila gangguan tersebut tidak segera diatasi dapat menghambat proses perkembangan anak yang optimal.

Karena itu, penting bagi para orangtua dan guru untuk memahami permasalahan-permasalahan anak agar dapat meminimalkan kemunculan dan dampak permasalahan tersebut serta mampu memberikan upaya bantuan yang tepat.

“Secara garis besar, masalah yang dihadapi anak dapat digolongkan menjadi masalah-masalah yang berkaitan dengan keadaan fisik, psikis, sosial, serta kesulitan belajar,” Psikolog RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Fitria Sari Budiningtyas, SPsi, Psi, MM dalam materinya, kemarin.

Fitria menjelaskan, masalah fisik berkaitan dengan keutuhan dan kemampuan fungsi pancaindera anak, cacat tubuh, obesitas, kidal, gangguan penyakit, hiperaktif, gagap, gangguan perkembangan bahasa hingga ngompol atau buang air besar sembarangan.

“Anak yang mengalami hambatan dalam hal-hal tersebut dapat dikatakan mengalami masalah secara fisik,” imbuhnya.

Sedangkan yang berkaitan dengan psikis meliputi gangguan konsentrasi, inteligensi, berbohong, emosi (perasaan takut, cemas, marah, sedih, dan lain-lain). “Permasalahan psikis anak terkait dengan kemampuan psikologis yang dimilikinya atau ketidakmampuan mengekspresikan dirinya dalam kondisi yang tidak normal,” terangnya.

Sementara, perkembangan sosial anak berhubungan dengan kemampuan anak dalam berinteraksi dengan teman sebaya, orang dewasa, atau lingkungan pergaulan yang lebih luas. Dengan demikian, permasalahan anak dalam bidang sosial juga berkaitan dengan pergaulan atau hubungan sosial, yang meliputi perilaku-perilaku seperti tingkah laku agresif, daya suai kurang, pemalu, anak manja, negativisme, perilaku berkuasa atau merusak.

Selanjutnya masalah anak dalam kesulitan belajar. Indikator yang mungkin dialami antara lain lower level, underachiever dan slow learner. “Kesulitan belajar pada anak dapat dimaknai sebagai ketidakmampuan anak dalam mencapai taraf hasil belajar yang sudah ditentukan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dalam program kegiatan belajar, sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” terangnya.

Bagaimana pendapat Anda..?