JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Polusi Udara Punya Andil Bayi Lahir Prematur?

Polusi Udara Punya Andil Bayi Lahir Prematur?

27
BAGIKAN
Polusi Asap di Singapura

SOLO – Hasil penelitian terbaru mengungkap dampak polusi udara menjadi faktor jutaan bayi di berbagai negara lahir prematur.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, setiap tahunnya, hampir 15 juta bayi yang lahir belum mencapai usia kehamilan 37 pekan.

Kelahiran prematur merupakan penyebab utama kematian di kalangan anak-anak balita, yang dapat menyebabkan “kekurangan” pada bayi seperti halnya masalah penglihatan dan pendengaran.

Terkait dengan polutan udara (partikulat), Stockholm Environment Institute (SEI) menyimpulkan bahwa dari 183 negara ada sebanyak 3,4 juta bayi yang lahir prematur.

Dari 183 negara tersebut, kebanyakan di dominasi negara–negara seperti sub-Sahara Afrika, Afrika Utara dan Asia Tenggara.

“Kelahiran prematur dan kondisi terkait adalah salah satu pembunuh terbesar anak-anak di Amerika Serikat dan di seluruh dunia,” kata Dr. Paul Jarris, kepala medis di March of Dimes, seperti dilasir Theguardian, Kamis (16/2/2017).

Dr. Paul Jarris juga masih mengkaji ulang terkait penyebab kelahiran premature. Selebihnya, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menjelaskan bahwa dari satu dari setiap sepuluh bayi di seluruh dunia lahir prematur.

“Ini adalah salah satu alasan mengapa kita perlu menjaga lingkungan,” ucap Dr. Paul Jarris.

Meski begitu, polusi udara bukan satu-satunya faktor penyebab kelahiran prematur. Sejumlah faktor telah diidentifikasi menjadi penyebab kelahiran prematur, termasuk kemiskinan, infeksi, merokok dan penggunaan narkoba.

Namun, meski dengan keterbatasan laporan yang ada, masih terus dikaji bahwa dengan mengurangi polusi udara juga efektif dalam mengurangi kelahiran prematur di seluruh dunia.

Andika Ahmad Bimantoro