Ini Ada-ada Saja, Pemadam Kebakaran Klaten Banjir Order Evakuasi Sarang Tawon

Ini Ada-ada Saja, Pemadam Kebakaran Klaten Banjir Order Evakuasi Sarang Tawon

1188
Joglosemar | Dani Prima
EVAKUASI TAWON—Petugas Damkar Klaten mengevakuasi sarang tawon dari atap rumah warga di Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Rabu (29/3/2017).

KLATEN—Pemadam kebakaran (Damkar) Klaten kebanjiran order untuk menangani laporan dari masyarakat, terkait temuan sarang tawon. Sampai akhir Maret ini, petugas sudah mengevakuasi 20 sarang tawon berdiameter 20 centimeter hingga satu meteran.

Petugas Damkar, Tri Hatmoko mengatakan masih ada 11 laporan sarang tawon yang antre untuk dievakuasi. “Hari ini saja kami sudah menangani saran tawon di tiga lokasi. Di Kecamatan Pedan, Karangdowo dan Juwiring,” kata dia usai mengevakuasi sarang tawon di atap rumah warga Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Rabu (29/3/2017).

Menurut Tri, maraknya laporan masyarakat terkait sarang tawon tersebut, tak luput dari pemberitaan media yang membuat warga resah. “Kami belum tahu kenapa kok tawon ini bersarang di pemukiman penduduk. Di beberapa kejadian juga ada warga yang harus di rawat di rumah sakit karena sengatan tawon ini. Jadi warga resah bila sudah ada sarang tawon di rumahnya, apalagi yang masih memiliki anak kecil,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini yang Membuat Petani Klaten Takut Tanam Tembakau

Tri mengatakan Damkar Klaten belum memiliki peralatan khusus untuk memusnahkan sarang tawon. Karena itu, petugas menggunakan peralatan baju tahan api untuk mencegah sengatan tawon dan mesin penyedot asap untuk mengusir ribuan tawon dari sarangnya. Sedangkan untuk membungkus sarang tawon, hanya menggunakan sarung atau kain bekas seprai.

Baca Juga :  Sampah di TPA Troketon Pedan Akan Dibakar

“Peralatan untuk evakuasi sarang tawon yah seadaanya dulu, terpenting petugas kita bisa aman dan selamat saat menjalankan evakuasi itu,”katanya.

Parno (43) warga Desa Sobayan, Kecamatan Pedan mengaku memanggil Damkar untuk memusnahkan sarang tawon karena merasa khawatir dengan sengatan sarang tawon tersebut. Menurutnya, sebelumnya ada warga yang pernah tersengat tawon yang berukuran sebesar jempol itu sampai masuk ke rumah sakit.

“Saya panggil Damkar lima hari lalu dan baru sekarang datang, katanya antre dulu. Alhamdulilah, hari ini sudah ditangani, jadi saya tidak perlu was-was lagi,”ungkapnya. #Dani Prima

BAGIKAN