Jembatan di Cepogo Ambrol, Jalur Solo-Selo-Borobudur Putus Total

Jembatan di Cepogo Ambrol, Jalur Solo-Selo-Borobudur Putus Total

438
Warga terlihat masih memadati sektiaran jembatan Jurang Grawah yang ambrol, Senin (6/3/2017) siang. Foto : Ario Bhawono

BOYOLALI – Jembatan Jurang Grawah jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) di Desa/Kecamatan Cepogo, ambrol akibat hujan deras, Senin (6/3/2017) siang.

Meski ambrol separuh sisi selatan, namun kondisi jembatan menyebabkan jalur SSB ditutup, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki.

Informasi yang dihimpun Joglosemar menyebutkan, ambrolnya jembatan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WB. Saat itu, kondisi wilayah Cepogo diguyur hujan deras.

Menurut Kades Cepogo, Mawardi, hujan deras menyebabkan luapan air, baik dari aliran Sungai Grawah maupun dari atas tebing.

“Air menggerus jembatan dan menyebabkan ambrol,” ungkap Mawardi di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Begini Cara Polisi Urai Kemacetan di Pasar Ampel Boyolali

Untung saja, saat kejadian tidak ada pengendara yang tengah melintas. Padahal, jalur yang berada sekitar 500 meter utara Pasar Sayur Cepogo itu, kondisinya tengah ramai.

Pasca kejadian, ratusan warga dan pengendara pun mendatangi lokasi kejadian, sebagian untuk melihat dan sebagian lagi terputus tidak bisa melintas.

Sementara itu, putusnya Jembatan Grawah langsung disikapi jajaran Satlantas Polres Boyolali yang menutup akses jalur SSB di lokasi jembatan.

Sekitar jembatan yang sebelumnya ditutup dengan batangan bambu, kemudian ditutup dengan garis polisi. Langkah ini dilakukan mengingat kondisi badan jembatan yang tersisa sangat berbahaya untuk dilintasi.

Baca Juga :  Buka Bersama di Balai Desa, 115 Warga Andong Boyolali Keracunan

“Ditutup total termasuk untuk pejalan kaki. Nanti kami tempatkan petugas sampai ada perbaikan dari Bina Marga Jateng,” jelas Kapolres Boyolali AKBP M Agung SUyono melalui Kasatlantas AKP Marlin Supu Payu.

Sementara itu, Mawardi menambahkan, sisi jembatan yang ambrol tersebut merupakan jembatan bangunan lama.

Jembatan Jurang Grawah tersebut pernah dilebarkan ke sisi utara pada tahun 1997/1998 dengan alokasi anggaran Rp 24 juta waktu itu. “Yang ambrol ini yang bangunan lama,” terang Mawardi.

Ario Bhawono

BAGIKAN