Konflik Keraton Surakarta Belum Usai, Pengosongan Ternyata Tetap Dilakukan

Konflik Keraton Surakarta Belum Usai, Pengosongan Ternyata Tetap Dilakukan

495
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
JELANG PENGOSONGAN – Sejumlah abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta berkumpul seusai menggelar doa bersama di Keraton Kasunanan Surakarta, Kamis (23/3). Doa bersama tersebut digelar agar tidak terjadi kericuhan jelang pengosongan dan jumenengan.

SOLO – Kendati hingga batas akhir Kamis (23/3/2017) sore belum ada pengosongan Keraton Kasunana Surakarta, bukan berarti konflik internal telah usai.

Pasalnya, kubu PB XIII menyatakan tetap akan melakukan pengosongan meski belum diputuskan kapan waktunya.

Surat pengosongan yang ditujukan kepada 17 pengageng Keraton Surakarta oleh Tim Lima atau Panca Narendra bentukan PB XIII tetap akan dilakukan sebagai langkah persiapan Tingalan Dalem Jumenengan yang digelar pertengahan April nanti.

“Rencana untuk masuk tetap ada. Untuk waktunya secepatnya dan di tunggu saja. Saya tidak bisa memberikan kapan waktunya itu bukan wewenang saya,” terang Kuasa Hukum PB XIII Hangabehi, Ferry Firman Nurwahyu saat dihubungi Joglosemar, Jumat (24/3/2017).

Ferry menjelaskan, sebelum acara Tingalan Dalem Jumenengan atau peringatan kenaikan tahta, Sinuhun Hangabehi sudah masuk ke dalam keraton.

Baca Juga :  Penerimaan Peserta Didik Baru Dibuka, 63 SMP Ikuti PPDB Online

“Keinginan Sinuhun tidak ada gesekan dalam upaya pengosongan keraton. Sebelum Jumenengan diharapkan Sinuhun sudah bisa masuk,” paparnya.

Dijelaskan dia apa yang dilakukan PB XIII telah sesuai dengan hukum. Berdasarkan SK Nomer 23 tahun 1988 tentang Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta dinyatakan jika Sinuhun adalah pemimpin di keraton dan berhak menggunakan segala kelengkapan yang ada di dalam keraton untuk upacara adat.

“Namun kenyataannya itu dihalangi oleh pihak-pihak yang ada, maka sudah sewajarnya jika Sinuhun Hangabehi itu ingin mengambil haknya dan memakai keraton untuk menjalankan upacara adat serta untuk menjalankan fungsi dan tugasnya,” ujar dia,

“Kemarin kita sudah koordinasi dengan pihak-pihak tertentu untuk menyamakan persepsi. Yang dilakukan Sinuhun itu sudah sesuai dengan hukum, selama ini raja sudah mengalah,” tambah dia.

Baca Juga :  Mangkunegaran Larang Kawasan Pamedan Untuk Parkir

Dijelaskan Ferry selama ini PB XIII menjalankan Tingalan Dalem Jumenengan di kediamannya di Sasana Putra.

Sementara itu, dari pantauan di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta pasca batas waktu pengosongan, suasana masih terlihat lenggang dan tenang.

Pintu Kori Kamandungan masih terlihat tutup namun untuk pintu masuk sebelah selatan tampak buka dan ada petugas yang berjaga.

Sedangkan di Sasana Putra terlihat sepi tidak ada aktivitas apapun, namun tampak juga kendaraan polisi warna oranye.

“Yang ada di dalam keraton semuanya tenang dan tidak khawatir,” ujar Kerabat Keraton, KP Eddy Wirabhumi.

Eddy mengaku bersyukur dengan kondisi yang ada saat ini. Namun pihaknya tetap waspada dengan adanya surat pengosongan dari PB XIII Hangabehi dan berharap penyelesaian secara hukum bisa dilakukan.

Ari Welianto

BAGIKAN