JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Pencuri Satroni Rumah Petani di Plupuh, Uang Rp 7,5 Juta dan HP...

Pencuri Satroni Rumah Petani di Plupuh, Uang Rp 7,5 Juta dan HP Raib

233
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN—Aksi pencurian di siang bolong terjadi di Dukuh Balai Rakyat RT 10, Desa Somomorodukuh, Kecamatan Plupuh, Senin (20/3/2017) siang.

Pelaku yang diperkirakan sudah mengenal lokasi, menggasak uang tunai jutaan rupiah di rumah Ngadiyo (48), warga setempat.

Pelaku beraksi dengan memanfaatkan kondisi rumah yang kosong saat ditinggal korban dan istrinya ke sawah. Selain uang tunai, pelaku juga menyikat sebuah handphone (HP) dari rumah warga yang berprofesi sebagai petani tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi pencurian diketahui sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut keterangan korban, sejak pagi ia bersama istrinya tengah berada di sawah sedangkan rumah ditinggal dengan terlebih dahulu dikunci.

Saat rumah tengah kosong itulah, pelaku masuk dan mengobok-obok uang dan harta yang ada di dalamnya.

Kejadian baru diketahui setelah mereka pulang ke rumah pukul 14.00 WIB. Saat memasuki rumah, mereka kaget mendapati pintu rumah sudah dalam kondisi tidak terkunci.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata HP yang sedang dicharger di ruang tamu sudah raib.

Tidak hanya itu, uang Rp 3,5 juta yang disimpan di dalam lemari bufet di ruang tamu juga amblas. Lantas, uang Rp 2,5 juta yang disimpan di lemari kamar tidur korban juga hilang.

Terakhir, uang Rp 1,5 juta yang diletakkan di kotak tabungan di dalam kamar korban juga turut amblas digondol pelaku. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian total Rp 8,5 juta.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati jika meninggalkan rumah.

“Kerugiannya sekitar Rp 8,5 juta. Ada uang tunai Rp 7,5 juta dan satu HP. Ini masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Wardoyo