JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Perampokan Sadis di Ngenden, Korban Ditemukan Tewas dengan Kondisi Terikat, Perhiasan dan...

Perampokan Sadis di Ngenden, Korban Ditemukan Tewas dengan Kondisi Terikat, Perhiasan dan Uang Raib

3305
Warga terlihat memadati rumah korban pencurian dengan kekerasan di Dukuh Ngenden RT 08 RW 07, Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Sabtu (25/3/2017). Foto : Dynda Wahyu Wardhani

SOLO – Warga Dukuh Ngenden, Desa Banaran, Kecamatan Grogol geger setelah Sunarmi (67) ditemukan tewas dengan kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut tersumbat kain di kediamannya, Sabtu (25/3/2017) pagi.

Dalam olah tempat kejadian perkara yang dilakukan pihak kepolisian, diduga pensiunan PNS tersebut merupakan korban perampokan dengan tindak kekerasan.

Hal itu diperkuat dengan raibnya enam gelang emas, sepuluh cincin emas, tiga kalung emas serta uang tunai Rp 10 Juta.

Salah satu kamar di rumah yang berlokasi di Dukuh Ngenden RT 08 RW 07, Desa Banaran, Kecamatan Grogol itu diketahui dalam keadaan berantakan.

Dari informasi yang dihimpun Joglosemar, korban kali pertama ditemukan oleh sang cucu, CO (10) yang datang bersama orang tuanya, Andi Marsudi (39), Sabtu (25/3/2017) sekitar pukul 06.15 WIB. Dalam kesehariannya, korban memang tinggal di rumah seorang diri.

Saat masuk rumah, sang cucu melihat neneknya terbaring dalam keadaan tengkurep kaki tangan terikat dan mulut tersumbat kain. Dia pun kemudian bergegas memanggil sang ayah yang masih berada di luar.

Saat diperiksa, ternyata kondisi korban sudah tak bernyawa. Andi pun kemudian berteriak meminta bantuan tetangganya.

Tim medis dari Puskesmas Grogol yang datang pun langsung memeriksa kondisi luar korban. Hasilnya, ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Tim medis pun kemudian merekomendasikan korban untuk dilakukan otopsi.

Kapolsek Grogol AKP Sarwoko mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano memaparkan korban Sunarmi diketahui seorang janda dan tinggal sendiri dirumahnya.

Selain itu, anak dan kerabat korban juga tinggal tak jauh dari tempat kejadian perkara. Muncul dugaan, peristiwa perampokan  ini terjadi pada malam hari atau tak lama sebelum korban ditemukan.

Sebab, dari keterangan sejumlah saksi, meski tinggal sendiri korban juga terbiasa membiarkan pagar dan pintu utama tidak terkunci.

“Pelaku diduga masuk dari pintu utama karena tidak ada bagian rumah yang rusak,” tuturnya.

Berita barang bukti perampokan, klik disini.

#Dinda Wahyu Wardhani

  • farrel masterphone

    ternyata pembunuhnya tetangga sendiri Rumah pelaku dan korban bersebelahan