JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Polisi Amankan Barang Bukti Ini dari TKP Perampokan Sadis di Ngenden

Polisi Amankan Barang Bukti Ini dari TKP Perampokan Sadis di Ngenden

1275
Jenazah dimasukkan dalam ambulan yang akan membawa menuju RS Moewardi Solo, untuk dilakukan otopsi. Foto : Dynda Wahyu Wardhani

SOLO – Pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengungkap kematian Sunarmi (67) yang ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut tersumbat kain di kediamannya, Dukuh Ngenden, Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Sabtu (25/3/2017) pagi.

Kapolsek Grogol AKP Sarwoko mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano berujar pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mencari jejak pelaku.

Sejumlah warga dimintai keterangan sebagai saksi. Keluarga juga mengizinkan proses otopsi pada jenazah Sunarmi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Perhiasan disimpan dalam kamar sebelah kiri kalau posisi menghadap masuk ke rumah. Kondisi agak berantakan. Selain itu korban punya kebiasaan bawa kunci lemari di saku celana dan baju,” kata AKP Sarwoko saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (25/3/2017).

Saat ini, jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dr Moewardi Solo untuk proses otopsi, karena dari pemeriksaan awal tim medis dari Puskesmas Grogol, ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kami mengamankan tali, kain (yang diduga untuk mencekik), dan HP Korban. Dari barang bukti tersebut belum bisa disimpulkan atau mengarah ke pelaku. Adapun kemungkinan mengarah ke orang terdekat, atau siapapun,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga Dukuh Ngenden, Desa Banaran, Kecamatan Grogol geger setelah Sunarmi (67) ditemukan tewas dengan kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut tersumbat kain di Sabtu (25/3/2017) pagi.

Dalam olah tempat kejadian perkara yang dilakukan pihak kepolisian, diduga pensiunan PNS tersebut merupakan korban pencurian dengan tindak kekerasan.

Hal itu diperkuat dengan raibnya enam gelang emas, sepuluh cincin emas, tiga kalung emas serta uang tunai Rp 10 Juta.

Salah satu kamar di rumah yang berlokasi di Dukuh Ngenden RT 08 RW 07, Desa Banaran, Kecamatan Grogol itu diketahui dalam keadaan berantakan.

Peristiwa ini sendiri pertama kali diketahui cucu korban, CO (10) yang memang rutin berkunjung bersama sang ayah, Sabtu (25/3/2017) pukul 06.15 WIB

Dynda Wahyu Wardhani