Bawa Paket Sabu dan Alat Hisap, Polisi Tangkap Pongge di Karangmalang

Bawa Paket Sabu dan Alat Hisap, Polisi Tangkap Pongge di Karangmalang

327
ilustrasi

SRAGEN—Tim Satres Narkoba Polres Sragen meringkus Yuli Purwanto alias Pongge (36), warga Jalan Wahid Hasyim No 79 RT 8 RW XVII, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, Selasa (11/4/2017) pagi.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir travel luar kota itu diringkus karena tertangkap basah membawa narkoba jenis sabu.

Pelaku ditangkap saat dalam perjalanan menuju rumah kontrakannya di jalan Kampung Purwoasri RT 40 RW XVI, Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mengamankan satu paket sabu dan beberapa alat isap sabu di rumahnya.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo Utomo mengungkapkan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan perilaku pelaku yang sering menggunakan dan bertransaksi narkoba. Dari pengamatan dan pengintaian yang dilakukan, akhirnya tim diterjunkan untuk mengintai.

Baca Juga :  Tes Rekrutmen Polisi, Kapolres Sragen : Coba Nyogok, Proses Hukum!

Setelah melalui pengamatan dan pengintaian, tim akhirnya melakukan penggerebekan terhadap pelaku di Jalan Kampung Purwosari kemarin pagi. Saat dilakukan penggeledahan di badannya, petugas tak menemukan sabu atau narkoba lainnya.

Akan tetapi ketika rumah kontrakannya digeledah, petugas mengamankan beberapa barang terlarang. Di antaranya satu paket sabu yang disembunyikan di atas lemari. Paket sabu itu disimpan dalam bungkus rokok.

Kemudian enam potongan sedotan plastik, satu pipet kaca, serta satu botol air mineral yang tutupnya dilubangi serta biasa digunakan sebagai alat isap sabu. Turut diamankan pula sebuah korek gas dan HP milik pelaku.

“Hasil tes urinenya juga positif. Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di Mapolres untuk proses lebih lanjut,” ungkap Joko.

Baca Juga :  Kecelakaan Karambol di Kalijambe, Sragen. Satu Pengendara Motor Tewas Tergilas Truk

Perihal kapasitas pelaku, menurutnya, dari hasil penyelidikan baru sebatas pemakai atau pengguna. Saat ini, polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk menguak mata rantai pengedar dan bandar yang terlibat.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku bakal dijerat pasal 112 juncto 114 juncto 127 UU No 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Sementara, saat ditemui di sel tahanan Mapolres, Yuli mengaku memang sudah terbiasa mengonsumsi sabu. Paket sabu biasa dibelinya dari sesama sopir di Bandung seharga Rp 400.000 satu paket.

Ia berdalih mengonsumsi sabu untuk doping atau penambah daya tahan tubuh agar betah melek ketika menyopir. “Untuk dipakai sendiri. Belinya dari sesama pemakai, tapi di Bandung sana,” tukasnya.

Wardoyo

BAGIKAN