JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Begini Kata Dokter Soal Urut Kaki Keseleo

Begini Kata Dokter Soal Urut Kaki Keseleo

245
BAGIKAN
Ilustrasi

Pernahkah Anda mengalami keseleo? Pastinya kondisi itu membuat sangat tidak nyaman karena cenderung dibarengi nyeri yang tidak tertahankan. Ya, nyeri tersebut pada dasarnya sebagai dampak dari meregangnya tendon sehingga daging tertarik.

Lantas apa yang biasa orang lakukan jika mengalami keseleo? Apakah memeriksakan diri ke dokter ataukan ke tukang pijat dan urut? Tentunya, keputusan ada di tangan Anda masing-masing. Tapi bagaimana jika keseleo dilihat dari ilmu medis?

Dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Surakarta, dr A Nugroho mengungkapkan keseleo merupakan kondisi yang membuat penderitanya tidak nyaman dan merasakan sakit. Terlebih lagi jika ada ligamen atau bagian yangmenjadi pengubung antar tulang mengalami robek. “Rasa nyeri akan muncul dan untuk derajat nyeri orang yang satu dengan lainnya berbeda-beda. Karena sebenarnya nyeri bersifat subjektif,” terangnya kepada Joglosemar, beberapa waktu lalu.

Dikatakan dia, keseleo memang seringkali dialami oleh manusia. Lantas, apa saja penyebab dari kondisi itu?

Menurut Nugroho, keseleo sendiri bisa disebabkan oleh beberapa macam. Di antaranya trauma atau jatuh secara mendadak dan posisi tubuhnya tidak bagus/sempurna. Sehingga, otot hingga tendon tertarik dan seringkali ligamen juga robek.

Penyebab lainnya adalah melakukan aktivitas olahraga yang berlebihan atau berat. Untuk kasus ini memang sedikit terjadi karena olahraga disarankan untuk memakai panduan instruktur sehingga jenis olahraganya bisa terpantau.

“Tapi di luar itu memang masih ada penyebab lainnya. Yang jelas, seseorang biasanya merasakan nyeri saat bagian tubuh yang keseleo disentuh, nyeri saat anggota tubuhnya digerakkan, rasa panas di sekitar bagian tubuh tertentu, bengkak serta merah,” terangnya.

Bengkak di sini terjadi jika adanya robekan dari pembuluh darah sehingga muncul warna kemerah-merahan. Dari sekian banyak kasus, pasien seringkali lebih memilih untuk pergi ke tukang urut dibandingkan ke dokter. Padahal, urut justru dapat memperparah kondisi keseleo. “Kami sarankan untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan secara medis,” tegasnya

Bisa Sembuh Sendiri

 Jika memang belum bisa mengakses pelayanan kesehatan, pasien bisa melakukan beberapa tindakan antisipasi. Tindakannya berupa mengompres bagian tubuh yang memar/sakit dengan air es selama kurang lebih 15 menit. Ini dilakukan untuk mencegah pembesaran/ bengkak. Jika memang diperlukan, pasien dapat memakai pembalut di bagian yang bengkak.

“Kalau bisa posisikan bagian tubuh yang keseleo lebih dingin dibandingkan badan. Tujuannya agar tidak bengkak. Karena menimbulkan nyeri yang luar biasa, dokter selalu memberikan obat anti nyeri,” papar dr Nugroho.

Namun, yang perlu masyarakat ketahui adalah tindakan urut saat terjadi keseleo. Kenapa orang lebih suka pergi ke tukang urut? Alasan yang sering dipakai adalah agar tulang dan syaraf saling menyambung satu dengan yang lain. Lantas, apakah hal itu aman?

dr Nugroho menjelaskan urut sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan. Dengan catatan, jika tidak ada pembuluh darah yang robek. “Kalau pembuluh darah sudah robek dan diurut biasanya justru mengakibatkan putus. Dan kondisi ini bisa dikatakan cukup parah sehingga pasien harus mendapatkan perawatan di RS,” katanya.

Padahal, robekan pembuluh darah maupun ligamen memiliki daya recovery sendiri. Hanya saja, butuh proses dan waktu yang tidak singkat. “Sangat lama, karena itu perlu ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Dengan harapan recovery bisa berjalan dengan lancar. Kalau tidak mendapatkan penanganan medis, recovery membutuhkan waktu lama karena pemulihannya bersifat alami tanpa obat,” tegasnya.

Selain itu, untuk mempercepat penyembuhan, pasien disarankan mengonsumsi makanan yang bagus untuk pertumbuhan tulang dan juga syarafnya. Dia mencontohkan konsumsi vitamin B1, B6, dan B12 sangat bermanfaat untuk meredakan peradangan syaraf. ”Sayur dan buah-buahan juga bagus untuk masa pemulihan,” paparnya. #Murniati