BPR Didorong Gunakan Digital Marketing

BPR Didorong Gunakan Digital Marketing

9
ilustrasi

SOLO – Di tengah persaingan yang ketat, serta kemajuan zaman, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) mendorong penggunaan digital marketing guna memudahkan pelayanan. U

ntuk merealisasikan hal tersebut, Perbarindo Komisariat Soloraya melalui Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Kerja menggelar pelatihan Budaya Kerja yang digelar di The Sunan Hotel, Selasa (18/4/2017).

Ketua Pokja Budaya Kerja, sekaligus ketua PAC Perbarindo Karanganyar, Heru Suprihati mengatakan sesuai  tuntutan zaman yang semakin modern, digital marketing ini sangat diperlukan untuk membantu kinerja serta pelayanan.

“Tentu saja masih sederhana, aplikasinya akan  membantu BPR dalam sektor marketing. Konsep aplikasi juga sederhana, belum core banking seperti bank umum,” jelasnya kepada wartawan di sela-sela acara.

Baca Juga :  Produksi Bawang Putih Dalam Negeri Sekarat

Imbuh Heru, saat ini cenderung customer menginginkan pelayanan cepat, serta birokrasi yang mudah. Hal ini menjadi kunci utama yang harus dipegang BPR.

Maka teknologi yang bisa diaplikasikan di BPR se-Karesidenan Surakarta masih  perlu penyempurnaan-penyempurnaan. Namun, aplikasi berbasis android sendiri sudah mulai berjalan di Karanganyar.

“Tantangan bagi BPR seiring dengan majunya zaman yakni Sumber Daya Manusia (SDM), Integritas, Good Corporate Governance (GCG), persaingan, dan IT. Sehingga BPR harus bisa berubah untuk lebih inovatif, cepat, dan adaptif.,”terangnya.

Ke depannya, diharapkan semua BPR siap dengan terobosan teknologi yang akan digunakan. Heru menyebut, saat ini baru ada 20 persen BPR yang menggunakan aplikasi dalam jemput bola nasabah.

Baca Juga :  GO-JEK Nonton Bareng Film Kartini Bareng Pengemudi Perempuan

“Dan diharapkan segera diterapkan pada 74 BPR anggota Perbarindo yang berada di bawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala OJK Solo, Laksono Dwionggo mengutarakan masalah utama BPR saat ini adalah bagaimana memasarkan produk-produk yang dimiliki BPR.

OJK Solo mendorong BPR untuk  memenuhi target dan memberikan pelayanan yang cukup baik. Selain teknologi, kesiapan SDM juga harus mendukung majunya BPR yang ada di eks-Karesidenan Surakarta

“Sehingga aplikasi digital marketing ini dapat membantu produk – produk BPR baik itu funding maupun landing  dikenal dan akhirnya dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutupnya.

Garudea Prabawati 

BAGIKAN