Cerita Keganasan Jembatan Ngonce, Sragen. Sudah Banyak Mobil Jadi Korban

Cerita Keganasan Jembatan Ngonce, Sragen. Sudah Banyak Mobil Jadi Korban

3261
Kondisi mobil rombongan pengiring pengantin asal Sribit, Sidoharjo yang terjun dan terbalik ke sungai saat melintasi jembatan sempit di Dukuh Ngonce, Tangkil, Sragen, Senin (10/4/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN- Musibah jatuhnya mobil pengangkut rombongan pengiring pengantin asal Sribit, Sidoharjo, di Jembatan Ngonce, Tangkil, Sragen, Senin (10/4/2017) memang cukup mengejutkan. Insiden itu pun kemudian menguak cerita soal keganasan jembatan kecil penghubung Desa Tangkil menuju Karangtengah dan Sidoharjo tersebut.

Pantauan Joglosemar, jembatan itu berukuran panjang sekitar 12 meter dengan lebar hanya satu setengah meter. Di kedua sisi jembatan, hanya dihiasi pengamanan dari tiang cor2an dipadu besi kecil sebagai pengaitnya.

Namun, kondisi sebagian pengaman sudah usang dan beberapa bahkan sudah miring bekas ditabrak. Di mata warga sekitar, jembatan Ngonce selama ini memang lebih banyak dilintasi anak sekolah yang bersepeda dan pengendara motor.

Akan tetapi terkadang juga ada mobil kecil jenis pikap dan mobil pribadi yang melintas. Musibah jatuhnya mobil Toyota Rush AD 9474 FN yang dikemudikan Mulyono (50) warga Cermo, RT 10, Sribit yang mengangkut tujuh orang itu ternyata juga bukan yang pertama kali.

Baca Juga :  Tragis, Pemburu Ikan Asal Sragen Tewas Kena Alat Setrum Buatannya Sendiri

“Sudah bola-bali terjadi di sini dan banyak kendaraan yang jadi korban. Tapi biasanya hanya nabrak tiangnya atau mobilnya nggandul (nyangkut). Lihat itu tangan-tangan pengaman jembatan sudah banyak yang doyong gara-gara sering ditabrak mobil kecil yang nekat lewat dan nggak hati-hati, ” ujar Parto Wiyono (56) warga Dusun Sungapan RT 3, Tangkil, Sragen Selasq (11/4/2017).

Cerita keganasan Jembatan Kecil itu juga disampaikan Muhhammad Suparjo (50) warga Sungapan, yang tinggal di sebelah selatan jembatan. Ia juga menuturkan kasus kecelakaan yang melibatkan mobil atau kendaraan roda empat memang sering terjadi di jembatan itu.

Akan tetapi, dari beberapa insiden sebelumnya, memang tak sampai ada hang jatuh ke sungai. Biasanya mobil atau pikap yang melintas, hanya menggasak tiang, tersangkut bagian depan atau bodi karena sempitnya jembatan.

“Seminggu lalu ada pikap punya warga seberang juga lewat, bak belakang rampung (hancur) kena tangan pengaman jembatan. Padahal itu mau dijual dan tinggal menunggu bayaran. Sebelumnya juga banyak yang kena di situ. Tapi kalau yang sampai jungkel dan jatuh ke sungai baru sekali kemarin ,” terangnya.

Baca Juga :  Babak Baru Perkosaan TKI asal Sragen, Tim Polda Mulai Turun Tangan
Kondisi Jembatan Ngonce, Tangkil yang jebol besi pengamannya akibat digasak mobil rombongan pengiring pengantin asal Sidoharjo, Selasa (11/4/2017). Joglosemar/ Wardoyo

Kendati sering memakan korban, Suparjo menuturkan hingga kini belum ada korban meninggal dari insiden-insiden kecelakaan di Jembatan Ngonce. Soal sisi lain dari jembatan yang disebut-sebut sedikit angker itu, Suparjo enggan berkomentar.

Warga pun berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait, segera turun tangan memperbaiki konstruksi jembatan yang dinilai sudah sangat membahayakan pengendara.

Terlebih dampak musibah kemarin, ada empat tiang pengaman jembatan yang amblas digasak mobil dan kini sangat berbahaya karena tanpa pengaman.

Kanit Laka Polres Sragen, Iptu Sudarmaji mengatakan tidak ada korban meninggal dalam insiden jatuhnya mobil pengiring rombongan pengantin tersebut. (#Wardoyo)

BAGIKAN