Masyaallah, Kakek 75 Tahun di Sragen Tewas Usai Ngamar di Nglangon

Masyaallah, Kakek 75 Tahun di Sragen Tewas Usai Ngamar di Nglangon

4950
Tim identifikasi Polsek Sragen dan Polres saat mengecek jasad SAM, kakek asal Pandak, Sidoharjo yang tewas di kamar sebuah warung di kompleks lokalisasi terselubung di Nglangon, Sragen, Selasa (18/4/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN- Warga di kompleks Pasar Nglangon digemparkan dengan kondisi SAM (75), yang ditemukan tewas mendadak di salah satu kamar warung milik WSI (40). Kabar yang beredar, kakek asal Dukuh Karangmanis RT 17/3, Desa Pandak, Kecamatan Sidoharjo itu tewas usai berkencan di warung yang selama ini dikenal sebagai kompleks lokalisasi terselubung itu.

Informasi yang dihimpun di lapangan, insiden tewasnya kakek itu diketahui sekitar pukul 16.30 WIB. Sempat berkembang kabar, korban tewas seusai kencan namun ada pula yang menyebut korban hanya numpang tidur di kamar milik WSI yang berasal dari Mojokerto RT 15/2, Desa Mojokerto Kedawung Sragen.

Baca Juga :  Heboh Postingan “Polisi Minta Motor dan Polisi Pekok”, Kapos Lantas Polres Sragen Laporkan Anggota LSM

Menurut keterangan WSI saat diinterogasi petugas, korban sempat singgah di warungnya sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah itu, korban sempat merasakan agak tidak enak badan dan kepala pusing. Korban kemudian meminta izin untuk tidur di kamarnya.

Setelah itu, WSI mengaku pulang ke Mojokerto, Kedawung karena anaknya sedang sakit. Sekira pukul 12.00 WIB, ia berangkat ke Mojokerto dan warungnya tetap dibiarkan dalam kondisi buka.

Sekitar pukul 16.30 WIB, korban ternyata masih tergeletak di atas kasur. Saat dicek ternyata korban sudah tidak bernafas. Hal itu langsung dilaporkan ke Polsek terdekat yang tak lama kemudian
melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban.

Baca Juga :  Begini Semarak Kegiatan Hari Kartini di SMAN 1 Sragen

“Tadi banyak yang bilang kalau habis ngamar,” ujar Agus, salah satu warga.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi
membenarkan adanya kejadian tersebut, Berdasarkan keterangan saksi dan hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau pennganiayaan di tubuh korban.

“Hasil visum tim medis juga tidak ada tanda kekerasan. Dugaan sementara mungkin mengalami sakit jantung mendadak dan tak sempat tertolong,” tukasnya. (Wardoyo)

BAGIKAN