Mayor Haristanto, Panpel Persis Rasa Suporter

Mayor Haristanto, Panpel Persis Rasa Suporter

213

 

Joglosemar | Yuhan Perdana

Sudah lima belas tahun lebih Mayor Haristanto keluar dari Pasukan Soeporter Solo Sejati (Pasoepati). Namun kecintaannya pada Persis Solo tidak perlu dipertanyakan. Mungkin itulah yang menjadi sebab tawaran menjadi Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) datang kepadanya.

Pada Hari Ulang Tahun ke-17 Pasoepati yang dilaksanakan di markas Republik Aeng-Aeng Februari lalu, tawaran menjadi Ketua Panpel disampaikan oleh manajemen klub Persis Solo. Meski sempat berpikir beberapa waktu, Mayor membuat keputusan final untuk menerimanya.

“Saya merasa tidak pantas menolak. Mungkin ini adalah amanah yang berguna bagi saya pribadi, maupun bagi Persis dan Pasoepati,” ungkapnya saat ditemui Joglosemar di markas Republik Aeng-Aeng, Kamis (6/4).

Menjabat sebagai seorang Ketua Panpel, Mayor ingin agar ke depannya Persis Solo dapat bersinergi dengan mesra bersama suporternya, Pasoepati. Dalam pergelaran sepak bola suporter menjadi bagian yang penting, Mayor ingin menjadi jembatan tersebut. Jembatan yang menghubungkan suporter dengan Persis Solo.

Presiden Republik Aeng-Aeng ini akan membuat berbagai terobosan agar Pasoepati dapat mendukung Persis Solo dengan kreativitasnya dan Persis Solo dapat merasakan dukungan dari Pasoepati. “Jadi kesannya Panpel rasa suporter,” ungkap Presiden pertama Pasoepati ini.

Namun Mayor mengaku harus belajar kembali dalam menjalani tanggung jawab barunya. Adanya kesempatan melakukan uji coba sebelum Liga 2 nanti sangat disyukurinya. Dua uji coba telah berhasil digelar dengan sukses. “Pada uji coba pertama itu kami hampir melaksanakan rapat setiap hari. Saya tidak menyangka akan sesibuk itu. Untuk yang kedua menjadi lebih ringan,” jelas pria yang kerap menginisiatori aksi treatikal yang nyleneh ini.

Baca Juga :  Dilema Sragen United Lawan Persis Solo Digelar di Stadion Taruna

Pria kelahiran 15 Mei 1959 yang selalu tampak semangat itu mengungkapkan bahwa meski menjalani rapat setiap hari dan merasa persiapan sudah matang, masih saja ada hal yang bocor saat acara berjalan.

Mayor menyebutkan beberapa evaluasi tersebut disampaikan oleh suporter melalui jejaring sosial. Ada yang mengunggah foto kemudian menyebutkan tempat duduknya sudah diduduki lebih dulu oleh suporter lain. Ada juga yang menyebutkan toiletnya mampet, dan beberapa hal lainnya. “Ini jadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depannya bisa diperbaiki,” ujarnya positif.

 

Terobosan Baru

Terobosan-terobosan baru dan segar yang melekat pada diri Mayor dia tampilkan dalam kepemimpinannya kali ini. Pemberian nomor pada kursi salah satunya. “Dengan adanya nomor penonton akan merasa lebih nyaman. Untuk Liga 2 nanti kami juga akan menambahkan nama pada nomor kursinya,” ungkapnya.

Menurut Mayor pemberian nama tersebut akan memberikan perasaan senang pada suporter. “Betapa bangganya mereka jika mereka mendapati nama mereka di kursinya. Seperti tamu kehormatan dan mereka akan merasa lebih dihargai,” kata Mayor.

Baca Juga :  Jadi Tuan Rumah Porprov Jateng 2018, KONI Solo Tunggu Surat Resmi

Mayor juga mulai menyediakan musala dan kantin di area sekitar tribun. Menurutnya, keberadaan dua fasilitas ini penting bagi kenyamanan suporter. Ketika suporter merasa lapar dan haus mereka tak perlu keluar jauh, mereka tinggal ke kantin yang telah sediakan. Gagasan lainnya adalah penjualan tiket secara online. “Sudah kami coba pada uji coba ke-2,” ungkap suami Nani Mayor tersebut.

Ide Mayor belum habis di situ. Dalam pertandingan kemarin dia mengenalkan othok-othok, sebuah hasil kerajinan asal Gunungkidul yang terbuat dari bambu dan menghasilkan bunyi othok-othok.

“Ini akan menjadi atribut bagi suporter Solo. Bayangkan saja jika othok-othok ini dibunyikan oleh penonton yang jumlahnya ribuan, betapa bising dan meriahnya. Ini bisa menjadi ke-khasan suporter Solo,” bangga Mayor.

Pada ajang Trofeo yang merupakan uji coba ke-2 kemarin othok-othok ini diberikan tim Persis Solo kepada lawan sebagai merchandise. “Sebagai kenang-kenangan pada mereka kalau kami punya alat dukung baru. Karya anak negeri yang kemeriahannya tak kalah untuk bersaing,” jelasnya.

Kholishotu Syahidah

 

 

BAGIKAN