JOGLOSEMAR.CO Foto Menteri Perhubungan Minta Proyek Kereta Api Balapan-Adi Soemarmo Dipercepat

Menteri Perhubungan Minta Proyek Kereta Api Balapan-Adi Soemarmo Dipercepat

202
BAGIKAN
Menhub Budi Karya Sumadi (Kanan) melakukan rapat koordinasi terkait pengembangan Bandara Adi Soemarmo di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (1/4). Kementerian Perhubungan merencanakan akan melakukan pengembangan bandara Adi Soemarmo dengan penambah kapasitas Bandara dari 13ribu menjadi 26ribu, memperpanjang runway dari 2600m menjadi 2800m dan pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Balapan Solo ke Bandara Adi Soemarmo guna mengembangkan sarana transportasi langsung jasa penerbangan komersial domestik dan internasional. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/pd/17.

SOLO – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mempercepat  proyek pembangunan jalur rel Kereta Api (KA) yang akan menghubungkan Stasiun Solo Balapan dengan Bandara Adi Sumarmo Solo.

Hal itu ia ungkapkan saat mengunjungi pembangunan Sky Bridge atau jembatan penghubung Stasiun Solo Balapan dan Terminal Tirtonadi, Sabtu (1/4/2017) sore.

Budi menjelaskan, saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam satu proses harus mengintegrasikan antarmoda transportasi. Jadi, bukan bicara soal Solo saja, juga dari Yogyakarta, Klaten sampai Madiun.

 Sehingga diharapkan yang naik bus bisa koneksi dengan stasiun.  Dan yang naik kereta api juga bisa koneksi ke terminal atau ke Bandara.

“Jadi intermoda ini menjadi sesuatu kekuatan. Oleh karenanya, saya minta kepada PT KAI dan konsorsium untuk mempercepat proses kereta Bandara itu. Karena kereta Bandara itu melengkapi proses intermoda,” katanya yang sebelumnya juga sempat meninjau Bandara Adi Sumarmo.

Terkait proses perizinan pembangunan jalur kereta Bandara yang kini masih ada di Kemenhub, dijanjikan dalam seminggu ke depan izin tersebut akan selesai. “ Hari Jumat (7/4) nanti  izinnya sudah selesai,” ujarnya.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro yang saat itu juga mendampingi Menhub mengatakan, setelah izinnya turun, pihaknya akan membentuk anak perusahaan untuk bergabung dalam konsorsium bersama PT Angkasa Pura I dan PT Pembangunan Perumahan.

Lalu setelah selesai dibentuk, pihaknya akan menyelesaikan masalah pertanahannya, kontraktor fisik dan sarana prasarannya.

“Yang jelas setelah izin itu keluar minggu depan, secepatnya akan kita proses pembentukan konsorsiumnya. Selanjutnya proses pembangunan kereta Bandara itu,” imbuh Edi.

Menurut Edi, nantinya proyek pembangunan kereta Bandara akan menelan anggaran Rp 700-800 miliar untuk anggaran tanpa sarana.

“Bila nanti dengan sarana, tergantung berapa train set. Jika nanti ada tiga train set, maka bisa bertambah Rp 300 miliar,”ujarnya.

Edi menambahkan, bila pembebasan tanah sudah bisa diselesaikan. Maka proses pembangunan akan segera bisa berjalan.

“Nanti lahan yang akan digunakan sebagian besar milik PT KAI, PT Angkasa Pura, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Angkatan Udara,”jelasnya.

Dani Prima