Musisi Solo Raya Luncurkan Album Kompilasi Kemanusiaan, Wujud Ekspresi Cinta Musik dan...

Musisi Solo Raya Luncurkan Album Kompilasi Kemanusiaan, Wujud Ekspresi Cinta Musik dan Sesama

267
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
LAUNCHING ALBUM–Ketua Musisi Se Solo Raya, Rudi memberikan penjelasan saat acara konferensi pers terkait launching album kompilasi kemanusiaan di Harfest Harmet Festival, Sabtu (8/4).

Marilah kita berjalan bersama

Bergandeng tangan untuk kemanusiaan…

Begitulah cuilan lirik dalam jingle album kompilasi kemanusiaan Musisi Se-Solo Raya (MSSR). Lebih dari 50 musisi tergabung dalam pembuatannya, mulai dari anak-anak hingga usia sepuh. Kecintaan mereka pada musik dan kepedulian mereka terhadap sesama tertuang dalam karya tersebut.

Panggilan hati, begitulah yang diutarakan Rudi Prasetyo alias Rudi Lehhor. Bencana banjir akibat luapan Bengawan Solo Desember lalu bisa dikatakan tonggak awal tercetusnya komunitas musisi ini.

Keprihatinan menarik mereka untuk membantu sesama. Sebagai seorang musisi, mereka bekerja sama agar kebolehannya bisa membantu korban bencana tersebut.

Pentas Amal Peduli Sesama (PAPS) menjadi jalan bagi mereka untuk mengumpulkan donasi. Bertempat di Monumen 45 Banjarsari tangga 4 Desember lalu, kurang lebih 12 band unjuk kebolehan.

“Kami tidak menyangka bahwa begitu banyak musisi dari berbagai daerah yang tergerak dan ingin ikut serta. Disitulah akhirnya kami mencetuskan untuk mendirikan Musisi Se-Solo Raya,” ungkap Rudi yang kini menjabat sebagai Ketua MSSR.

Baca Juga :  Komunitas Juminten, Ingin Berjuang dan Sukses Bersama

Tidak berapa lama dari banjir di Solo, gempa bumi melanda Pidie Jaya, Aceh. MSSR kembali merasa terpanggil dan segera menggelar PAPS ke-2. Musisi-musisi lebih banyak yang bergabung dan ribuan orang hadir dalam acara tersebut.

“Kurang lebih 2.000 orang hadir dalam acara tersebut. Hasil donasi dari pengunjung, MSSR salurkan melalui PMI Surakarta untuk diberikan ke korban gempa bumi Pidie Jaya,” tutur Rudi.

Setelah PAPS pertama dan kedua berjalan dengan lancar dan sukses, pengurus MSSR berpikir untuk membuat suatu gebrakan baru dengan sebuah program lanjutan yang bukan hanya PAPS.

Mereka tidak ingin hanya bergerak menunggu bencana terjadi. Maka ide membuat pentas amal lewat album kompilasi tercetuskan.

Ketertarikan musisi terhadap kegiatan amal dan kemanusiaan terlihat di sini. Berbondong-bondong mereka mendaftar untuk tergabung dalam album tersebut.

Baca Juga :  Carens Club Indonesia Subchapter Solo Kompak Berbagi
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
LAUNCHING ALBUM–Sejumlah pengunjung memberikan tepuk tangan pada acara konferensi pers terkait launching album kompilasi kemanusiaan di Harfest Harmet Festival, Sabtu (8/4).

Rudi mengungkapkan saking banyaknya yang mendaftar, dalam album pertama ini mereka membuat dua album sekaligus yang diberi nama Generasi 1 dan Generasi 2. Dalam satu album terdapat 11 musisi dengan berbagai genre musik.

Setelah berjalan kurang lebih dua bulan sejak Februari lalu, kini Album Kompilasi Kemanusiaan MSSR siap launching dan beredar di pasaran Nusantara.

Bertempat di Harmet Festival, Sabtu (8/4/2017), Rudi menyatakan launching dengan live performance akan digelar hari Minggu (9/4/2017) di Palur Plaza. Hasil dari live performance akan langsung disumbangkan ke korban longsor Ponorogo pada hari Seninnya.

Memiliki semboyan Salam Lemah Teles, MSSR membuat karya ini tanpa mengharapkan upah materi namun hanya mengharap balasan dari Tuhan.

Keikhlasan membantu sesama tersebut bisa dibilang yang membuat bantuan tak henti mengalir dalam proses pembuatan album hingga dalam pemasarannya.

Advertisements
1
2
BAGIKAN