Pasar Klewer Jangan Sampai Kondhang Ora Gothang

Pasar Klewer Jangan Sampai Kondhang Ora Gothang

185
Foto: Ridho Taqobalallah

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 21 April, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan Pasar Klewer. Omong-omong, ini boleh dibilang Pasar Klewer rasa baru, karena penampilan gedungnya secara fisik berbeda jauh dengan Pasar Klewer masa lalu.

Sejak berdiri puluhan tahun silam, Pasar Klewer kental dengan aroma tradisionalnya. Dan tak dapat dipungkiri, istilah tradisional sering kali memunculkan beragam persepsi. Ada sebagian yang menganggap kesan tradisional tersebut sebagai sesuatu  yang “ngeh” atau dalam istilah Jawa, nyamleng. Yang memiliki pendapat seperti ini biasanya menerima kondisi pasar apa adanya: Ya, seperti itulah namanya pasar tradisional.

Baca Juga :  Berharap Keraton Kasunanan Surakarta Bersatu

Ada sebagian yang lain yang memaknai istilah tradisional sebagai sesuatu yang udik, atau ketinggalan zaman. Yang seperti ini  biasanya memandang kondisi pasar yang sumpek, sumuk, berjubel, aktivitas bercengkerama, tawar menawar harga  dan sebagainya, sebagai sesuatu yang harus ditinggalkan atau diubah menjadi lebih bersih dan praktis sebagaimana pasar modern.

Meski  sifatnya yang tradisional, tetapi nama Klewer yang sudah terlanjur menjadi ikon Kota Solo mampu berkumandang  hingga  menjadi pasar terbesar di Jawa Tengah. Klewer bahkan menjadi tempat kulakan sandang dan telah menjadi sumber hidup banyak orang.

Namun kebakaran hebat yang terjadi akhir tahun 2014 lalu telah mengubah semuanya. Sifat tradisional yang disandang Pasar Klewer telah disulap menjadi pasar modern. Bahkan ada sementara yang mengungkapkan perasaannya, masuk Pasar Klewer sekarang serasa masuk mall.

Baca Juga :  Kuasa Media dan Pilkada

Kita percaya bahwa pemerintah dengan kesungguhannya berupaya untuk menjadikan Klewer sebagai pasar kebanggaan wong Solo maupun kebanggaan masyarakat secara umum. Bangunan fisik yang jauh lebih megah dan luas tentu memiki tujuan fungsional maupun estetis. Fungsional terkait dengan fungsi untuk menampung lebih banyak pedagang dan pembeli. Estetis terkait dengan keindahan dan kenyamanan bagi penghuni dan pengunjung di dalamnya.

1
2
BAGIKAN