Penyusunan Desain Masjid Raya Sriwedari Tak Pakai Hasil Sayembara

    Penyusunan Desain Masjid Raya Sriwedari Tak Pakai Hasil Sayembara

    93
    Joglosemar | Dok
    ilustrasi proyek

    SOLO – Proyek pembangunan Masjid Raya di kawasan Sriwedari memasuki tahap penyusunan detail engineering design (DED).

    Kendati sebelumnya Pemkot Surakarta telah menggelar sayembara desain tetapi hal itu tidak menjadi dasar utama dalam penyusunan DED.

    “Desaian hasil sayembara itu hanya dijadikan pertimbangan bukan sebagai acuan untuk penyusunan DED. Itu hanya sketsa awal saja, masih dasar belum detail,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Surakarta, Endah Sitaresmi Suryandari, Jumat (31/3/2017).

    Sita mengatakan penyusunan DED akan didasarkan pada kajian dari berbagai bidang, seperti teknis bangunan, sosial, ataupun budaya. Bahkan akan melibatkan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

    Baca Juga :  Kantor Presiden Jokowi Sambut Baik Kehadiran SMSI

    “Saat ini tahapannya masih dalam proses lelang penyusunan DED. Targetkan lelang selesai itu akhir April dan DED bisa langsung dikerjakan,” ungkapnya.

    Pembangunan masjid nantinya akan disesuaikan dengan fungsi kawasan Sriwedari. Hal ini sejalan dengan masterplan penataan kawasan Sriwedari yang sudah disusun Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Surakarta.

    Dalam masterplan tersebut, ruang terbuka hijau akan diperbanyak sebagai upaya pengembalian Sriwedari menjadi kawasan konservasi sebagaimana Bon Raja seperti zaman Paku Buwono (PB) X.

    “Jadi masjid ini dibangun untuk memudahkan masyarakat luar kota yang melakukan perjalanan dan ingin beribadah. Maka tidak perlu susah-susah cari masjid, jadi bisa dijadikan transit,” katanya.

    Baca Juga :  Tiga Aset Besar di Masaran Terancam Lepas, Ternyata Ini Penyebabnya

    Seperti diketahui Pemkot telah melakukan sayembara desain Masjid Raya akhir 2016 lalu dan sudah ditetapkan pemenangannya. Bahkan hasilnya tersebut juga dipamerkan di Solo Paragon Mall.

    Sementara itu Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyatakan pembangunan masjid di kawasan Sriwedari dipastikan tidak dapat dilakukan tahun ini.

    Karena lahan yang ada saat ini masih digunakan Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari. “Ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Surakarta tahun 2016 sampai 2021,” pungkas dia.

    Ari Welianto

    BAGIKAN