Proyek Kampung Susun di TPU Purwoloyo, Ahli Waris Minta Spanduk Diturunkan

Proyek Kampung Susun di TPU Purwoloyo, Ahli Waris Minta Spanduk Diturunkan

58
Joglosemar  Insan Dipo Ferdias ;br: .PEMINDAHAN MAKAM—Warga melintas di Makam Purwoloyo, Solo, Senin (3/4). Sehubungan akan dibangun kampung susun, keluarga atau ahli waris yang makamnya terkena gusuran agar tidak memeindahkan sendiri karena pemindahan akan dilaksanakan Pemkot dan tidak di pungut biaya.

SOLO- Perwakilan ahli waris makam terdampak proyek Kampung Susun di TPU Purwoloyo Senin siang (3/4) mendatangi Kelurahan Pucangsawit. Mereka meminta pihak kelurahan menurunkan spanduk yang terpasang di area TPU lantaran informasinya membingungkan.

Spanduk berisi informasi tentang rencana pembangunan Kampung Susun dan ketentuan pembongkaran. Dalam spanduk tersebut diinformasikan ahli waris yang ingin memindahkan makan secara mandiri maka dipersilakan tetapi jika menunggu Pemkot Surakarta maka tidak akan dikenakan biaya alias gratis.

Salah seorang ahli waris warga RW 01 Pucangsawit Eko Nugroho, kepada wartawan, Senin (3/4) mengungkapkan sejumlah ahli waris bingung apakah jika melakukan pembongkaran secara mandiri akan mendapat biaya bongkar dari Pemkot. “Kasihan warga yang sudah bongkar nantinya kalau nggak dapat (biaya bongkar) gimana? Padahal kan mahal,” terang dia.

Baca Juga :  Muhammadiyah Gencar Kenalkan WarungMU

Selain itu, ahli waris juga mempertanyakan konsep desain proyek Kampung Susun. Pasalnya pada sosialisasi awal proyek tersebut tidak akan menggusur area makam di TPU Purwoloyo. “Kita ke sini minta kejelasan terkait desain proyek,” katanya.

Para perwakilan ahli waris ditemui langsung Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pucangsawit Joko Susilo. “Hari ini kebetulan Dinas sedang ada rapat jadi kita belum bisa memutuskan apa-apa terkait proyek termasuk menurunkan spanduk,” jelas Joko.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Gelar Pemeriksaan Kanker Serviks Gratis

Terkait spanduk, ia mengatakan bukan kewenangan kelurahan lantaran pemasangan dilakukan langsung oleh Dinas Perumahan Kawasan dan Pertanahan (Disperum KPP) Kota Surakarta. Terkait proyek dia hanya melanjutkan program dari pejabat sebelumnya, mengingat dia baru tiga bulan menjabat. Setahu dia berdasarkan informasi dari Lurah Pucangsawit Selfi Rawung sosialisasi kepada warga sudah kelar dan tidak ada masalah.

#Kukuh Subekti

 

BAGIKAN