Tolak Lapak Darurat, Warga Geruduk Balai Desa Ngandul Sumberlawang

Tolak Lapak Darurat, Warga Geruduk Balai Desa Ngandul Sumberlawang

344
ilustrasi demo

SRAGEN – Puluhan warga Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang menggeruduk balai desa setempat.

Selain menolak keberadaan barak darurat untuk lokasi pedagang Pasar Sumberlawang di Lapangan Ngandul, mereka juga mempertanyakan sejumlah persoalan yang mengganjal di balik proyek revitalisasi Pasar Sumberlawang.

Koordinator aksi, Kunto Nugroho mengungkapkan aksi digelar untuk menyampaikan aspirasi warga. Di antaranya mempertanyakan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Perindustrian Perdagangan dengan Pemdes Ngandul terkait sewa lapangan yang baru dibuat setelah aksi damai.

Baca Juga :  Begini Suasana Lomba Busana Adat Anak di Desa Katelan Tangen

Ia juga mempertanyakan mengapa tidak ada sosialisasi terkait pemakaian lapangan Ngandul sebagai lokasi barak menampung pedagang selama revitalisasi pasar berjalan.

Tidak hanya itu, ia juga mempertanyakan hasil penebangan pohon dan uangnya dipergunakan untuk apa. Selain itu, anggaran revitalisasi pasar yang mencapai Rp 14,8 miliar dinilai terlalu besar.

Menyikapi hal itu, Kades Ngandul Supriyanto mengakui bersalah dan meminta maaf kepada warga terkait belum adanya sosialisasi mengenai penggunaan lapangan desa untuk barak darurat pedagang.

Baca Juga :  Tim Kodam Minta Jambanisasi Prioritaskan Warga Miskin

Sedang untuk penebangan pohon sudah dikoordinasikan dengan para Ketua RT. Menurutnya hasil dari RT mendelegasikan penebangan kepada Kades dan hasil penjualannya Rp 2,5 juta dari Rp 3 juta. Kades juga menyebut banyak warga yang merasa menanam sehingga ikut menjual.

1
2
BAGIKAN