Ada 4.525 Kasus, Hipertensi Jadi Pembunuh Tertinggi di Sragen

Ada 4.525 Kasus, Hipertensi Jadi Pembunuh Tertinggi di Sragen

112
JUARA LCC—Plt Kepala DKK Sragen, Hargiyanto menyerahkan piala kepada Tim Kader Kesehatan Kecamatan Tanon yang meraih juara LCC Germas 2017, Kamis (18/5). Foto : Wardoyo

SRAGEN—Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen melansir penyakit hipertensi menjadi kasus terbanyak sekaligus pembunuh tertinggi di Sragen.

Plt Kepala DKK Sragen, Hargiyanto mengungkapkan, berdasarkan data sebaran penyakit yang terekam selama 2016, hipertensi menduduki peringkat pertama dengan 4.525 penderita.

Disusul kemudian, penyakit gula atau diabetes melitus dengan 2.903 penderita, stroke, jantung, asma, dan penyakit lainnya.

Berdasarkan data itu, pihaknya mengingatkan adanya pergeseran pola penyakit yang harus diwaspadai oleh masyarakat.

Jika biasanya penyakit menular lebih mendominasi, beberapa waktu terakhir pola itu bergeser ke penyakit tidak menular yang lebih membahayakan.

“Dulu kebanyakan penyakit menular seperti TBC, diare, atau tipes. Sekarang justru penyakit yang tidak menular yang paling banyak dan berbahaya. Makanya target DKK selain menekan angka kematian ibu dan bayi, juga menekan penyakit lewat hidup sehat,” ungkapnya usai penyerahan hadiah LCC Kader Kesehatan Germas di DKK, Kamis (18/5/2017).

Baca Juga :  Pengumuman PPDB Online Sragen: Area Gemolong Sempat Trouble. Berikut Ringkasan Pengumuman SMP Negeri Favorit di Sragen

Atas realita itu, pihaknya terus menggencarkan Inpres 1/2017 tentang Germas baik lewat peran kader kesehatan maupun ajang LCC seperti kemarin.

Selain menjadi ajang silaturahmi, LCC yang diikuti 20 perwakilan kecamatan itu diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan kader, sehingga bisa lebih memberdayakan perannya untuk menyosialisasikan gerakan hidup sehat di masyarakat.

Kabid Promkes DKK, Fani Fandani menambahkan, tak hanya pergeseran jenis penyakit, saat ini juga terjadi tren penyakit berbahaya itu sudah merata tanpa memandang usia dan strata sosial.

Baca Juga :  INFO MUDIK TOL SOKER: Ini Jenis Kendaraan Yang Dilarang Melintas di Tol Soker!

Jika dulu biasanya penyakit stroke, hipertensi, gula dan jantung lebih dekat dengan orang-orang kaya dan tua, saat ini yang muda dan orang desa pun sudah banyak yang kena.

“Makanya pola hidup sehat perlu dibudayakan. Aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, tidak merokok, makan buah dan sayur, cek kesehatan rutin, adalah kuncinya,” jelasnya.

Sementara dalam LCC kemarin, tim dari Kecamatan Tanon tampil sebagai juara seusai mengalahkan tim Kedawung dan Plupuh di babak final.

Wardoyo

BAGIKAN