Aksi 505 di Klaten Berjalan Damai, Massa Khawatir Ahok Bebas

Aksi 505 di Klaten Berjalan Damai, Massa Khawatir Ahok Bebas

92
Joglosemar | Dani Prima
AKSI 505—Massa long march menuju Kejari Klaten dari Masjid Agung Al-Aqsha saat mengikuti aksi 505 di Jalan Pemuda Klaten, Jumat (5/5).

KLATEN—Ratusan warga muslim Klaten long march dari Masjid Agung Al-Aqsha menuju Kejaksaar Negeri (Kejari) Klaten, Jumat (5/5/2017).

Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal hasil sidang dugaan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Vonis kasus tersebut sedianya akan dibacakan dalam sidang  putusan pada Selasa 9 Mei mendatang.

Aksi damai 505 itu diawali dengan berkumpulnya massa di Masjid Agung Al Aqsha Klaten. Usai salat Jumat, massa melakukan jalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer menuju Kejari Klaten.

Sepanjang perjalanan massa terus berorasi yang intinya meminta masyarakat muslim Klaten untuk mengawal keputusan pengadilan terkait kasus penistaan agama tersebut.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Aksi damai yang diikuti berbagai elemen organisasi Islam itu dikawal ketat personel Polres Klaten dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Klaten.

Koordinator aksi, Giyanto mengatakan, aksi ini digelar karena kekhawatiran ada campur tangan yang kuat untuk membebaskan Ahok dari dakwaan dan mengabaikan fakta penistaan yang dilakukan Ahok.

“Selain kekhawatiran terhadap lembaga peradilan yang diintervensi oleh pihak lain, masyarakat juga menumpahkan rasa kekecewaan terhadap jaksa yang dianggap tidak adil dalam menuntut  Ahok atas kasus yang menjeratnya,” katanya, Jumat (5/5/2017).

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Komandan KOKAM Jawa Tengah, Muhammad Ismail mengatakan, aksi ini  membuktikan bahwa kasus penistaan agama ini bukan komoditas Pilkada DKI tapi murni kasus hukum yang harus ditegakkan layaknya penista agama yang lain.

“Dengan aksi ini kami mendukung majelis hakim agar dengan berani berdasarkan nurani yang merdeka menghukum Ahok dengan pasal penodaan agama, melebihi tuntutan jaksa penuntut umum,”katanya.

Dani Prima

BAGIKAN