JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Area Car Free Day di Boyolali Akan Dipangkas, Ini Tujuannya

Area Car Free Day di Boyolali Akan Dipangkas, Ini Tujuannya

121
BAGIKAN
ilustrasi kegiatan di car free day | Foto: Joglosemar/Maksum N F

BOYOLALI—Pedagang di Car Free Day (CFD) Boyolali semakin menjamur. Kondisi ini dinilai sudah bergeser dari tujuan awal dibukanya hari bebas kendaraan bermotor itu. CFD sedianya untuk mewadahi masyarakat yang hendak berolahraga bersama.

Demikian hasil evaluasi yang dilakukan dinas maupun instansi terkait, yakni Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP, terhadap hari bebas kendaraan bermotor tersebut. Kegiatan CFD selama ini dilangsungkan setiap hari Minggu pada pekan pertama dan ketiga.

“Sejatinya CFD itu peruntukannya bagi pejalan kaki dan aktifitas olahraga, tidak boleh untuk berjualan,” ungkap Kasi Keselamatan Dishub Boyolali, Eka Nurjanta, Senin (8/5/2017).

Menurutnya, para pedagang tidak dilarang menggelar lapak mereka di CFD. Dengan syarat, pedagang harus menaati peraturan-peraturan. Pihaknya akan melakukan penataan dan memberlakukan aturan agar keberadaan pedagang lebih kondusif.

Penataan tersebut lanjut Eka, akan dilakukan pasca lebaran mendatang. Menurutnya, perkara ini sudah disosialisasikan secara lisan kepada pengunjung CFD maupun para pedagang. Eka menjelaskan, penataan tersebut meliputi pemangkasan area CFD.

Nantinya CFD hanya dibuka di ruas Simpang Lima Siaga hingga perempatan Seiko. Sebelumnya, area CFD mulai dari Jalan Pandanaran ruas Simpang Lima Siaga hingga simpang empat SMPN 2 Boyolali.

Sedangkan untuk waktu pelaksanaan dan frekuensi CFD, menurut Eka tidak ada perubahan yakni dimulai pukul 05.30-08.00 WIB.

“Sosialisasi sudah kami lakukan sejak 30 April kemarin. Salah satunya, pedagang dilarang menempati bagian tengah ruas jalan supaya pengunjung lebih nyaman dan akses ke pasar juga lebih mudah,” terang Eka.

Dari sosialisasi tersebut menurut Eka sudah ada kesepakatan dengan berbagai pihak termasuk para pedagang. Mereka tetap diperbolehkan berjualan namun hanya sebagai pelengkap aktifitas CFD.

Sehingga kendaraan para pedagang dilarang turut masuk ke dalam area CFD. Selain itu untuk para pedagang ke depannya akan didata dan dibentuk paguyuban oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Berkaitan ini, pihaknya saat ini juga terus mematangkan rencana area parkir dan penataan lain berkaitan dengan penataan tersebut. Di sisi lain, rencana penataan ini diharapkan juga dapat tersosialisasi dengan baik ke semua pihak.

Penataan CFD tersebut disambut positif pengunjung. Udin (35), warga Boyolali Kota misalnya, mengaku sangat mendukung penataan supaya CFD bisa lebih nyaman untuk berkegiatan bersama keluarga maupun untuk olahraga. “Kalau bisa durasinya diperpanjang sampai jam 09.00 WIB,” kata dia.

Ario Bhawono