JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Banyak Pegawai di Boyolali Minder Ikut Lelang Jabatan

Banyak Pegawai di Boyolali Minder Ikut Lelang Jabatan

48
ilustrasi

BOYOLALI—Lelang jabatan yang diselenggarakan Pemkab Boyolali untuk pengisian pejabat dinilai belum optimal dari sisi kepesertaan.

Kondisi ini dikarenakan masih banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan yang belum percaya diri ikut lelang jabatan.

“Kalau dari sisi jumlah pendaftar memang belum maksimal,” ungkap Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Boyolali, Karsino, Senin (8/5/2017).

Misalnya saja pada saat lelang jabatan untuk jabatan tinggi pratama tiga organisasi perangkat daerah (OPD) kemarin, hanya diikuti sebanyak 24 orang saja atau masing-masing OPD hanya delapan pelamar. Menurut Karsino hal itu lebih disebabkan lantaran masih banyak ASN yang belum percaya diri.

Padahal sejak 2015 lalu, Pemkab Boyolali sudah menerapkan manajemen ASN, di antaranya berkaitan dengan pengisian jabatan tidak lagi dengan pangkat/golongan ruang, melainkan merujuk pada kualitas. Salah satunya termasuk pelaksanaan lelang jabatan tiga organisasi perangkat daerah (OPD) kemarin.

Hanya saja untuk pelaksanaan lelang jabatan tersebut, menurut Karsino para ASN harus didorong dan dioyak-oyak. Meski demikian, Karsino optimis ke depannya pengisian jabatan di Boyolali tidak perlu lagi memberikan dorongan kepada ASN.

Di sisi lain, para pejabat maupun ASN Boyolali diminta untuk aktif meningkatkan kualifikasi dan kompetensi masing-masing. Pasalnya, kualifikasi dan kompetensi ASN merupakan syarat utama jenjang karir jabatan dalam manajemen ASN.

Apalagi, kata dia, saat ini Presiden Joko Widodo sudah meneken peraturan pemerintah (PP) 11/2017 tentang manajemen ASN per tanggal 30 Maret 2017 kemarin. PP tersebut jelas Karsino, menitik-beratkan kualifikasi dan kompetensi yang harus dimiliki ASN pada setiap jabatan.

Sehingga untuk mekanisme pengangkatan pejabat, didasarkan kualitas. Sehingga di sisi lain, hal ini juga membuka peluang memacu kompetisi terbuka bagi ASN.

“Jadi saat ini tidak jamannya lagi pejabat tidur, hanya menunggu di kursi. Tetapi harus aktif meningkatkan kualitas dan kompetensi,” tegas Karsino.

Ditegaskan Karsino, sebelum PP tersebut diterbitkan pemerintah pusat, sejatinya Pemkab Boyolali sudah menerapkan manajemen ASN tersebut sejak 2015 lalu, termasuk dengan lelang jabatan.

Melalui lelang jabatan tersebut, menurut Karsino akan menghasilkan pimpinan atau pejabat yang sesuai dengan kompetensi bidang masing-masing.

Muaranya, fungsi pelayanan kepada masyarakat pun bisa lebih maksimal dan akan menjadikan pemerintahan berjalan dengan baik.

Ario Bhawono