JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Begini Cara Dinas Pertanian Karanganyar Menekan Angka Impor dan Inflasi

Begini Cara Dinas Pertanian Karanganyar Menekan Angka Impor dan Inflasi

43
Joglosemar|Ario Bhawono
ilustrasi bawang

KARANGANYAR—Tahun ini Dinas Pertanian Karanganyar akan melakukan penanaman bawang putih di lahan seluas 100 hektare. Upaya itu dilakukan untuk menekan angka impor dan inflasi.

Asisten Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Siti Maesyaroch mengatakan, anggaran penanaman bawang putih itu dari APBN sebesar Rp 3,5 miliar.

“Tahun ini, Pemkab mendapat kucuran dana dari APBN sebesar Rp 3,5 miliar untuk peningkatan produk tanaman pangan,” katanya, Selasa (16/5/2017).

Siti menjelaskan, salah satu tujuan budidaya tersebut yakni untuk menarik minat para petani, khususnya di lereng Gunung Lawu agar mau menanam bawang putih.

Ia menyebutkan, saat ini stok bawang putih yang dikonsumsi di Indonesia didominasi produk impor. Hal itu lantaran banyak petani enggan menanam bawang putih.

Menurut Siti, minimnya minat petani menanam bawang putih disebabkan karena sejumlah faktor, seperti faktor lokasi yang hanya cocok ditanam di area pegunungan, faktor perawatan, serta keterbatasan bibit.

“Memang benar, sangat jarang para petani di area pegunungan yang berminat menanam bawang putih. Salah satu tujuan program ini untuk menarik minat petani agar mau menanam bawang putih,” imbuhnya.

Siti melanjutkan, hasil panen diprediksi mencapai 23 ton per hektare. Saat ini, bibit tanaman bawang putih sudah dilelangkan di Unit Lelang dan Pengadaan (ULP).

Menurutnya, Tawangmangu memiliki luasan lahan yang paling memungkinkan untuk program penanaman bawang putih.