JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Begini Cara Sri Mulyani Dukung Korban Aksi Konvoi Brutal di Klaten

Begini Cara Sri Mulyani Dukung Korban Aksi Konvoi Brutal di Klaten

101
BAGIKAN
JOGLOSEMAR | Dani Prima
KUNJUNGI KORBAN — Plt Bupati Klaten Sri Mulyani saat mengunjungi rumah Tri Purnama salah satu korban dari konvoi brutal.

KLATEN – Tri Purnama Adi (18) dan rekannya Munawir (19) keduanya warga Dukuh/Desa Basin, Kecamatan Kebonarum yang menjadi  korban dari kebrutalan rombongan konvoi kelulusan pelajar pada Selasa, 2 Mei lalu.

Mendapat kunjungan istimewa dari Pelaksana tugas (Plt) Bupati Klaten Sri Mulyani di kediamannya, Senin (15/5/2017).

Saat kunjungan tersebut, Tri Purnama mengaku sampai saat ini masih mengalami trauma atas penganiayaan brutal kepada dirinya awal Mei lalu.

“Saya masih takut kalau keluar rumah, kalau nanti di jalan tiba-tiba ketemu gerombolan mereka lagi,” ungkapnya.

Sang ayah, Marjono (60) yang bekerja sebagai buruh serabutan ini membenarkan bahwa anak bungsunya masih takut bila keluar rumah sendirian. Menurut Marjono, luka yang diderita anaknya belum sepenuhnya sembuh.

““Sejak peristiwa itu, Purnama tidak berani keluar rumah. Saat dimintai keterangan polisi (di Polsek Kebonarum maupun di Polres Klaten), saya dan ibunya harus mengantar. Boncengan satu motor bertiga,” katanya.

Munawir yang juga teman satu sekolah Tri Purnama mengatakan, dia dan Tri Purnama berboncengan sepeda motor ke sekolah untuk menunggu pengumuman kelulusan.

Saat melintasi simpang empat Desa Nglinggi, mereka tiba-tiba dikejar dan dipepet sekelompok pelajar yang berkonvoi.

Tanpa sebab, para peserta konvoi itu menyabetkan helm dan menghalangi laju motor Munawir dengan sebatang bambu. Bupati menyerahkan bantuan sosial dari Pemkab Klaten sebesar Rp 1,5 juta.

Sementara itu, Plt Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, kunjungan dirinya ke rumah korban aksi brutal gerombolan konvoi kelulusan ini sebagai bentuk support kepada warga Klaten yang terkena musibah.

“Semoga cepat sembuh dan lekas mendapat pekerjaan sesuai yang diinginkan,” katanya sembari menyerahkan bantuan sosial berupa uang tunai senilai Rp 2 juta saat menjenguk Tri Purnama.

Dani Prima