JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Begini Deklarasi Anti Hoax di Klaten

Begini Deklarasi Anti Hoax di Klaten

32
BAGIKAN
Joglosemar | Dani Prima
ANTI HOAX—Sejumlah pejabat, pelaku kehumasan dan awak media saat menandatangani spanduk anti Hoax di Kantor RSPD Klaten, Rabu (10/5).

KLATEN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Klaten menggelar acara Dialog dan Deklarasi Melawan berita sesat  atau Hoax, di Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten, Rabu (10/5/2017).

Kegiatan diprakarsai bagian Hubungan Masyarakat (Humas ) Sekretariat Daerah (Setda) diikuti puluhan peserta pelaku kehumasan dan awak media.

Kabag Humas Setda Klaten, Wahyudi Martono dalam acara dialog dan deklarasi melawan Hoax, menyatakan perlunya kehatian-hatian tentang berita bohong, jangan mudah terpengaruh dan jangan cepat menyebarkan isu bohong.

“Perlu kita  ketahui bahwa memerangi berita hoax bukan hanya menjadi tanggung jawab Kabag Humas atau pelaku kehumasan di dinas intansi Pemkab Klaten, namun juga merupakan tanggung jawab kita semua,” jelasnya.

Menurut Wahyudi Martono, karena tanggung jawab kita semua dalam upaya mengurangi berita hoax,  maka kita mengumpulkan dengan berbagai unsur terkait, seperti media massa, Camat, Humas, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan  akan menjalin  kerjasama  dengan Dinas Komunikasi dan Informasi.

Sebelumnya, di wilayah Klaten beredar berita sesat terkait, korban meninggal dunia konvoi kelulusan pelajar yang berlangsung brutal,pada  Selasa (2/5/2017) lalu. Dalam berita Hoax tersebut dikatakan sebanyak 18 pelajar tewas karena kejadian tersebut.

Ketua MKKS SMA Klaten, Kawit Sudiyono memastikan bahwa berita tersebut adalah bohong dan tidak benar. Kejadian itu tidak menimbulkan korban tewas.

“Dari kejadian pengrusakan dan penganiayaan itu, ada korban mengalami luka-luka karena sabetan benda tajam dan tidak ada korban meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu, Rektor Univeritas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Triyono, mengapresiasi langkah melawan berita bohong (hoax) tersebut. Namun demikian hendaknya kita juga memiliki pemahaman lebih tentang bagaimana mengenali cirri-ciri berita hoax tersebut.

“Kita perlu referensi untuk mengenali ciri berita hoaxs dari para praktisi media maupun pelaku kehumasan, agar dapat kita sampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Deklarasi perang berita hoax di Klaten dilakukan dengan penandatanganan dukungan di atas  spanduk kain putih sepanjang 3 meter  yang dilakukan oleh para pengelola kehumasan seperti dari Humas Polres, Humas Setda, perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD), Camat dan awak media.

Dani Prima